Bukan Hanya Menggalang Dana, Ini Tugas Komite Sekolah Sebenarnya

Tondano – Belum berfungsingya Komite Sekolah di sejumlah Sekolah di Kabupaten Minahasa ternyata menjadi penentu keberadaan Sekolah itu sendiri. Karena setelah ditelusuri keberadaan sekolah yang kualitasnya baik, Komite Sekolah berperan dengan baik.

Namun sesuai dengan Permen 75 tahun 2016 ini yang dikeluarkan Kepmentrian Pendidikan telah mengharuskan setiap sekolah membentuk Komite Sekolah sendiri yang anggotanya berasal diluar Guru dan PNS.

” Sesuai Permen 75 tahun 2016 maka sekolah wajib membentuk komite Sekolah, ” Terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Drs Arody Tangkere MAP saat ditemui wartawan diruang kerjanya pada Senin (07/08).

Adapun tugas pokok Para Komite Sekolah ini menurut Tangkere adalah membatu Sekolah dalam menopang setiap programnya.

” Keanggotaan Komite Sekolah adalah dari para orang tua murid/ wali atau pemerhati Pendidikan, dan mereka bertugas menopang akan setiap program sekolah, termasuk juga pengawasan kinerja sekolah, serta menindaklanjuti keluhan, saran, kritik, dan aspirasi dari peserta didik, orangtua/wali, dan masyarakat,” kata Tangkere.

Adapun Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor: 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah menyatakan bahwa Komite Sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orangtua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan.

” Sekolah yang ada Komite Sekolahnya pasti sekolah itu maju, dimana setiap program yang nanti diprogramkan akan terlaksana, seperti pengadaan alat marching band disetiap sekolah itu bisa diusahakan oleh para komite sekolah, jadi tahun ajaran ini sekolah di Kabupaten Minahasa wajib ada Komite Sekolah, ” tandasnya

Komite Sekolah berkedudukan di tiap sekolah, berfungsi dalam peningkatan pelayanan pendidikan; menjalankan fungsinya secara gotong royong, demokratis, mandiri, profesional, dan akuntabel.

Anggota Komite Sekolah terdiri atas:
a. Orangtua/wali dari siswa yang masih aktif pada sekolah yang bersangkutan paling banyak 50% (lima puluh persen);
b. Tokoh masyarakat paling banyak 30% (tiga puluh persen), antara lain: 1. Memiliki pekerjaan dan perilaku hidup yang dapat menjadi panutan bagi masyarakat setempat; dan/atau 2. Anggota/pengurus organisasi atau kelompok masyarakat peduli pendidikan, tidak termasuk anggota/pengurus organisasi profesi penduduk dan pengurus partai politik;
c. Pakar pendidikan paling banyak 30% (tiga puluh persen), antara lain: 1. Pensiunan tenaga pendidik; dan/atau 2. Orang yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan.

“Anggota Komite Sekolah berjumlah paling sedikit 5 (lima) orang dan paling banyak 15 (lima belas) orang.

Anggota Komite Sekolah dipilih melalui rapat orangtua/wali siswa, dan ditetapkan oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan, dengan masa jabatan paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan. (red*01)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s