Berhasil Membawa Perubahan di Tanah Minahasa, ini kata mantan Anak Didik Bupati JWS

Minahasa – Tidak bisa dipungkiri bahwa semenjak Drs. Jantje Wowiling Sajow, MSi (JWS) menjabat sebagai Bupati Minahasa 17 Maret 2013, banyak perubahan terjadi di Kabupaten Minahasa, mulai dari Pembangunan Infrastruktur, bidang Kesehatan, Pendidikan, bahkan dalam menata keuangan, Minahasa tiga kali berturut-turut mendapat Opini Wajar tanpa pengecualian dari BPK RI Perwakilan Sulut.

Atas keberhasilan itu, Rommy Rumengan yang adalah mantan anak didik JWS sewaktu di Sekolah Menegah Atas (SMA) yang saat ini menjadi Ketua Umum Pelopor Angakatan Muda Indonesia kepada Media ini, mengungkapkan bahwa sebagai mantan anak didik JWS, ia akan berjuang untuk membawa kembali JWS menjadi Bupati Minahasa periode 2018-2023.

Menurut Rumengan apa yang Ia lakukan sekarang yakni bekerja serta berjuang untuk kemenangan JWS hanyalah bagian dari keinginan pribadinya untuk membalas seluruh budi baik JWS, ketika mendidiknya saat bersekolah dahulu di SMA Elfatah Manado.

” Tugas saya hanya satu yakni mengawal guru serta mantan Kepala sekolah, yang telah mendidik saya. Saya bangga pernah memiliki guru yang kini telah menjadi Bupati serta tidak mau korupsi,” imbuhnya.

” Satu yang juga membuat saya bangga bahwa, Mener JWS pernah bilang, jika mau jadi orang kaya jangan jadi Bupati, tapi jadi pengusaha atau wiraswasta, untungnya bisa jadi berkat , melayani masyarakat dan bisa membangun Minahasa,”

Masih dikatakan Rumengan, bahwa dirinya juga sempat kaget, bahwa ternyata selama ini, Mner JWS tidak menerima gaji dari APBD serta Dana makan minum (Mami) pernah di geser untuk membangun jembatan.

“Jarang ada Bupati yang meski bekerja biar tanpa gaji dari APBD bisa eksis dan bekerja untuk membangun Minahasa, sehingga Puji Tuhan, dari hasil servei , ada sekitar 56 % masyarakat masih menghendaki JWS kembali menjadi Bupati dikarenakan prestasinya membangun Minahasa,” ujarnya lagi.

Diapun juga menegaskan, setelah perjuangannya usai dengan kemenangan JWS, maka akan kembali ke Jakarta guna melaksanakan tugas organisasi sebagai ketua PAMI, guna melakukan banyak hal, diantaranya akan melakukan investigasi terhadap masalah Ijasah, jual beli jabatan kepala sekolah SMA/SMK, serta dana Pramuka.

” Sudah ada beberapa kepala sekolah yg sudah memberi uang kepada oknum tertentu, tapi tidak dilantik, uang yang diberi dari 10 – 100 Juta, ini baru laporan sepihak, dan akan segera PAMI investigasi,” ungkapnya.

Rumenganpun merasa bangga karena diantara hampir 7 ribuan mantan murid JWS, Ia yang di beri ruang dan kesempatan untuk bisa mengembalikan budi baik JWS selaku Guru yang mendidik mereka selama kurun waktu tiga tahun.

“dari hampir 7 ribuan mantan murid JWS, saya diberi kesempatan untuk mengembalikan budi baiknya selaku Guru yang mendidik kami selama kurun waktu tiga tahun, dan saya bangga akan hal itu, “pungkasnya. (Christian)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s