Jakarta – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi (JWS) mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Data Terpadu 2017 yang digelar oleh Kementerian Sosial RI pada Senin, 11 September 2017 pagi tadi di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

Dalam arahannya, Mensos Khofifah mengingatkan mengenai pentingnya dinas sosial di daerah. Dinsos menjadi garda depan dalam pemberian bantuan.

“Hari ini kita rapat koordinasi nasional. Saya ingin menyampaikan kepada yang terhormat bapak bupati dan walikota, tugas dinas sosial dapat menjadi sangat signifikan dan bahkan mungkin menjadi frontliner atas kesuksesan dari daerah yang bapak ibu pimpin,” ujar Khofifah.

Karena dasar tersebut di atas, kata Khofifah, Kemensos meminta kepala daerah untuk mendukung penuh program pendataan dan pemberian bantuan. Sebagaimana diketahui, Dinas Sosial berada di bawah kepala daerah.

“Oleh karena itu mohon kami dari kementerian sosial bisa disupport, jadi seluruh otoritas bapak ibu bupati walikota yang memang pada undang undang no 13 tahun 2011. Sebelumnya validasi data itu bottom up process,” ujar Khofifah.

Untuk kepala daerah yang menggabungkan dinas sosial dengan fungsi lain, Khofifah juga mengingatkan mengenai tantangan yang dihadapi. “Ketika tahun depan penerima PKH (Program Keluarga Harapan) akan menjadi 10 juta, bantuan pangan juga 10 juta. Ada proses pengintegrasian bansos dan bantuan pangan, PKH menjadi satu kartu. Masih ada 5,5 juta penerima Rastra yang tidak menerima PKH,” ujar Khofifah.

Sementara Bupati JWS didampingi oleh Kadis Sosial Minahasa Royke Kaloh SH MAP dan Sekdis Sosial Denny Tualangi SE mengatakan, tujuan dari rakor tersebut, sebagai dukungan dan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penanganan fakir miskin.

“Jadi pada kegiatan tadi, Kemensos menyerahkan data terpadu penanganan fakir miskin kepada masing-masing provinsi dan kabupaten. Data tersebut merupakan data dasar untuk pelaksanaan program penanganan fakir miskin yang perlu diverifikasi dan validasi,” terang JWS

Kegiatan Rakor yang akan berlangsung hingga Selasa 12 September 2017 ini, menurut Kadis Sosial Royke Kaloh meliputi penyajian materi-materi dari para pejabat terkait. (Red/christian)