Tondano – Pelbagai potensi masalah jelang pemutakhiran data pemilih Pilbup Minahasa dibahas antara KPU minahasa dalan pertemuan dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Capil Kabupaten Minahasa, Rabu (15/11) di Kantor Disdukcapil Minahasa.

Tiga personel KPU Minahasa, masing-masing Ketua KPU minahasa Meidy Tinangon serta dua komisioner lainnya, Lord Malonda dan Kriatoforus Ngantung memaparkan berbagai hal terkait pendataan pemilih.

Menurut Ketua KPU minahasa, Meidy Tinangon, titik tekan pertemuan tersebut adalah mengkoordinasikan terkait syarat pemilih harus memiliki KTP elektronik yang diterapkan untuk Pilkada 2018.

IMG-20171116-WA0001

“Mereka yang tidak melakukan perekaman E-ktp berpotensi tidak terdata. Karenanya kami dan disdukcapil sepakat untuk bersinergi meningkatkan prosentase perekaman e-ktp,” ungkap Tinangon.

Diketahui presentase perekaman e-ktp di Kabupaten Minahasa telah mencapai 94%.

Tinangon menambahkan bahwa masalah bisa muncul terkait penduduk pindah domisili yang tidak melapor ke disdukcapil sehingga KTP masih belum berubah alamatnya.

“Karenanya, kami dan disdukcapil akan lebih mensosialisasikan ketentuan ini. Serta akan melakukan pematangan lewat Rakor minggu depan, ” ungkapnya. (Red/christian)