Minahasa – Guru honorer sekolah di Minahasa mengungkapkan kegembiraan usai mengetahui kepastian pengangkatan mereka menjadi guru honorer daerah. Mereka menyebut hanya Bupati Minahasa, Jantje W Sajow (JWS) yang serius memperhatikan nasib guru honorer.

Linda Pinontoan, guru honorer di Langowan saat diwawancarai Sabtu (2/12/2017) mengatakan dirinya senang karena akan mendapat SK Bupati Minahasa sebagai guru honorer daerah. Dia mengatakan pengangkatan guru honorer yang akan dilakukan Pemkab Minahasa adalah hal yang sangat dirindukan mereka sejak beberapa tahun terakhir. Saat mendapat SK Bupati nanti dia merasa pengorbanan yang dilakukannya enam tahun terakhir sebagai guru honorer sekolah telah terbayar.

“Selama enam tahun mengajar sebagai guru honorer sekolah saya melaksanakan tugas sama seperti guru yang berstatus ASN. Namun perbedaan kami adalah upah yang didapat sangat kecil. Setelah diangkat menjadi guru honorer daerah saya gembira karena mendapat perhatian dari Pak Bupati,” ujarnya.

Maria Mangundap, guru honorer di SD Katolik Tompaso juga mengungkapkan kegembiraan yang sama. Menurutnya pengangkatan dan pemberian SK Bupati Minahasa pada guru honorer sekolah adalah bentuk pengakuan dan penghargaan pada tugas guru honorer sekolah. Menurutnya berapapun upah yang akan diberikan Pemkab Minahasa nantinya tidak lagi masalah berarti karena yang lebih penting adalah perhatian yang telah diberikan.

“Saya dan teman-teman guru honorer sekolah sangat senang dan berterima kasih pada Bupati Minahasa yang telah menunjukkan kepedulian dan perhatian pada kami,” ujarnya.

Lerry Suoth, guru honorer di Remboken mengatakan sebelumnya tidak pernah ada Bupati Minahasa yang memberikan perhatian besar pada guru honorer sekolah. Dirinya bahkan menyebut JWS adalah Bapak Pendidikan yang sebenarnya di Minahasa.

“JWS adalah Bapak Pendidikan Minahasa yang sebenarnya. Tidak pernah ada Bupati Minahasa yang memberikan perhatian sangat besar seperti ini pada guru honorer. SK Bupati untuk guru honorer daerah yang akan diberikan pada kami memiliki arti yang luar biasa,” ujarnya. (Red*01)