Minahasa – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri, Senin (11/12/2017), mengadiri langsung kegiatan Sarasehan Nasional Bela Negara yang dilaksanakan di Wale Ne Tou Tondano.

Megawati Soekarnoputri yang juga Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Idiologi Pancasila (UKP-PIP) mengatakan Pancasila harus diajarkan terus menerus untuk memperkuat negara.

Megawati menambahkan selain diajarkan dalam keluarga, Pancasila pun harus dijadikan budaya, karena Pancasila merupakan pertahanan atau simbol negara. Kalau negara ini tidak punya Pancasila maka dengan mudah bisa diporak-porandakan oknum yang tidak bertanggungjawab.

Dalam saresahan nasional yang bertajuk “Saya Indonesia, Saya Pancasila, Siap Bela Indonesia” itu, Gubernur Olly juga menerangkan, sebagai provinsi yang berada di wilayah perbatasan dengan negara lain, kerjasama antara masyarakat dan aparat keamanan sangat baik sehingga dapat mengantisipasi ancaman dengan cepat.

Sementara itu, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menjelaskan budaya sebagai perekat bangsa adalah wujud bela negara sesungguhnya.

Lanjut Ryamizard, Bela Negara juga diatur dalam UUD 1945 pasal 27 setiap warga berhak dan wajib membela negara, dari sikap perilaku kesadaran Bela Negara pada hakekatnya untuk memberikan kesadaran dalam nilai nilai tanah air setia untuk Pancasila sebagai ideologi negara.

Usai sarasehan, agenda dilanjutkan dengan gebyar aksi bela negara di Stadion Maesa Tondano yang di dihadiri puluhan ribu warga sulut dan dimeriahkan group bang slank.

Kegiatan gebyar aksi bela negara turut dihadiri Ketua DPRD Andrei Angouw, Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw, Ketua TP-PKK Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos, Bupati Minahasa Jantje Sajow, TP PKK Minahasa Dr Olaga Sajow Singkoh Direktur Bela Negara, Kementerian Pertahanan, Laksma TNI M Faisal, jajaran Forkopimda, Ketua Jaringan Bela Negara Sulut Rocky Wowor, organisasi kemasyarakatan serta para mahasiswa dan pelajar. (Red/christian)