Mantan Hukum Tua Tanamon Diduga Melakukan Penggelapan Aset Daerah

Minsel – Berdasarkan laporan dan investigasi yang di lakukan oleh Tim Redaksi Media ini sesuai dengan laporan yang di sampaikan oleh kuntua Tanamon Delyanto Mokodompit bahwa ada aset daerah yang di bangun oleh Dinas Kelautan Kabupaten Minahasa Selatan yaitu sebuah Pabrik Pembuatan Pabrik Es.

Diketahui, pabrik yang sudah bangun dari tahun 2008 dimana di dalamnya sudah tersedia alat alat penunjang untuk operasional dari pabrik itu dan sudah cukup lengkap untuk berproduksi, namun sayangnya semenjak selesai di bangun tahun 2008 yang memakan Anggaran 700 juta tidak di manfaatkan atau tidak di Operasionalkan.

Sementara itu, menurut hukum tua sudah pernah di uji coba satu jam bisa menghasilkan 6 serpon yang kalau di rupiahkan atau di jual kurang lebih 600 ribu rupiah, artinya kalau di kalikan pabrik itu berjalan dengan baik di kelolah selama 10 jam saja jadi 60 serpon × 100 ribu bisa menghasilkan 6 juta dipotong biaya produksi dan lain lain di hitung saja 2 juta perhari.

“2 juta × 20 hari kerja (minimal) 40juta, lewat hitung hitungan ini Inkam dari pada pabrik ini cukup besar sayangnya tidak di manfaatkan di kelolah oleh mantan hukum tua Saidin Tubuon yang pada waktu itu adalah pejabat hukum tua desa Tanamon Induk, yang lebih memprihatinkan lagi tanah dari bangunan itu sudah di buatkan Sertifikat atas nama Mini Mokodompit istri dari mantan hukum tua tersebut,” katanya kontua Dalyanto.

Lanjutnya, diketahui setelah dibuat sertifikat atas nama istrinya tanah itu di jual lagi kepada keponakannya sendiri yang rumahnya berdampingan dengan pabrik tersebut.

Menurut saya ini adalah pelanggaran pidana penggelapan terhadap Aset Daerah oleh karena itu saya sebagai hukum tua meminta pada Dinas Terkait untuk menyelesaikan masalah ini karena pemerintah dan Masyarakat sudah di rugikan akibat ulah dari mantan hukum tua Saidin Tubuon.

“Kami sudah memegang surat rekomendasi dari kelautan untuk mengelola pabrik tersebut tapi sudah beberapa kali kami coba untuk bernegosiasi dengan yang bersangkutan untuk di hidupkan atau di operasikan pabrik itu dengan Dinas dan Kepolisian sudah di hadirkan di lokasi tetapi yang bersangkutan mantan hukum tua selalu menghalang halangi atau bahkan melarang, pada hal jelas jelas ia sudah melakukan pelanggaran penggelapan Aset Daerah,” jelasnya.

Hal yang sama di katakan oleh wakil ketua BPD dan sekaligus anggota Bundes desa Tanamon Induk Hamsa Balamba.

“Secara ekonomi pabrik itu bisa mendatangkan inkam yang cukup besar bagi masyarakat Desa Tanamon dan tentu berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja dan belum lagi ketika pabrik itu berjalan akan menghasilkan listrik yang bisa menerangi minimal tiga kampung karena itu mohon Dinas Terkait atau aparat hukum menyelesaikan masalah ini,” ujar Arsid Belamba koordinator kecamatan Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) kecamatan Sinonsayang.

(Noldy Poluakan)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s