Minahasa Tenggara Pengelola Terbaik Dana Transfer di Sulut

Ratahan – Satu lagi torehan prestasi dari Pemkab Minahasa Tenggara (Mitra) di bawah kepemimpinan Bupati James Sumendap (JS), kembali meraih penghargaan sebagai daerah percontohan di Sulawesi Utara. Kali ini Mitra meraih Penghargaan Terbaik Pengelola Dana Transfer tahun 2019 dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Manado, pada Selasa (27/8).

Wakil Bupati Mitra Jesaja J O Legi menerima penghargaan itu sembari berujar, pencapaian itu berkat usaha seluruh jajaran Pemkab Mitra yang mengikuti instruksi komando dari Bupati JS. Menurutnya, Kabupaten Mitra yang merupakan daerah baru mekar 12 tahun lalu itu,  terus berupaya memberikan yang terbaik dalam setiap pelaksanaan kegiatan pemerintah bagi hadirnya pelayanan prima kepada masyarakat.

“Walaupun masih tergolong Kabupaten yang baru, namun kami bersyukur karena melalui kepemimpinan Bupati James Sumendap yang tegas terkait pengelolaan anggaran. Dan kerja keras dari jajaran Pemkab Mitra, bisa membuktikan bahwa kami mampu meraih penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik,” ujarnya

Sementara itu, Kepala KPPN Manado Wayan Juwena setelah penyerahan penghargaan di Manado mengungkapkan penilaian dilakukan pihaknya di seluruh pemerintah Kabupaten/Kota di Sulut.
“Penghargaan ini berdasarkan penilaian kami terhadap kabupaten dan kota di Sulut, dan Kabupaten Minahasa Tenggara terbaik dari daerah lainnya,” sebutnya.

lanjut Juwena,  dipilihnya Kabupaten Mitra sebagai penerima penghargaan terbaik pengelola dana transfer Tahun 2019 pada semester pertama, berdasarkan penilaian paling tepat untuk penyaluran, dan penyampaian dokumen yang harus diunggah di KPPN Manado.

“Kami lihak dari sisi DAK Fisiknya. Semua ada batasannya dan dibanding yang lain, penyaluran dan penyampaian dokumen Mitra jauh lebih baik dan tertata,” ungkapnya.

Ia pun meminta seluruh kabupaten/kota di Sulut dapat mengikuti pola penerapan, serta penyajian yang disampaikan Pemkab Mitra dalam mengelola dana transfer.

“Saya berharap seluruh Pemda di Sulut, dan Satuan Kerja (Satker) dapat seperti Minahasa Tenggara dengan meningkatkan pengelolaan secara baik sehingga tidak terjadi penumpukan di akhir tahun. Pada prinsipnya satu rupiah harus tepat sasaran, tepat guna, dan tepat peruntukkannya. Itu kuncinya,” tandas Juwena. (VictoryTB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s