Turut Teken MoU dengan KPK, Pemkab Mitra Dukung Pencegahan Korupsi

Manado – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar penandatangan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama optimalisasi pendapatan daerah dan manajemen aset daerah bertempat di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut, Selasa (10/9).

Kegiatan ini diikuti oleh Pemerintah Daerah se-Provinsi Sulut termasuk Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang dipimpin Bupati James Sumendap.

Diikuti juga oleh Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri Sulut, ATR/BPN Wilayah Sulut, DJP Wilayah Sulutenggomalut, dan Bank Pembangunan Daerah Sulut-Go.

Terkait kegiatan MoU ini Bupati James Sumendap memberikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap aksi KPK dalam melakukan pencegahan korupsi di Indonesia khususnya di Kabupaten Mitra.

“Kami Pemkab Mitra berkomitmen dan mendukung penuh atas upaya KPK melakukan pencegahan korupsi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Mitra. Berbagai upaya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan terus dibenahi sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terjadinya penyimpangan,” kata Bupati JS.

Sementara dalam sambutannya Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, aset daerah saat ini perlu dioptimalkan secara langsung karena manfaatnya sangat baik bagi penerimaan daerah sejak reformasi aset-aset daerah ini, apalagi ada pemekaran daerah baru.

“Masih ada hal-hal yang harus kita benahi bersama agar supaya aset daerah bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah provinsi maupun yang ada di kabupaten kota, dalam rangka peningkatan penerimaan daerah. Apalagi sekarang banyak orang mau berinvestasi di Sulut, sehingga aset daerah ini sangat penting untuk didata sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi para investor,” ujar gubernur.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang mengatakan, sudah menjadi kerja KPK adalah untuk mendorong orang melakukan perubahan. Tujuan hadirnya KPK di Manado di antaranya: menciptakan kesejahteraan dan kemampuan untuk bersaing. “Jadi dua ini yang jadi tujuan kami, yakni Sulawesi Utara jadi sejahtera dan mampu bersaing. Nanti kalau pulang dari sini Sulut tidak sejahtera maka negara rugi,” katanya.

Situmorang berharap lewat kegiatan ini bisa terjadi optimalisasi pendapatan daerah. Seperti contoh ada satu daerah yang bisa mengumpulkan 4 rriliun rupiah. “Yang kita mau adalah apakah daerah itu mau didorong untuk maju. Ada daerah yang malahan bilang, kasihan pak mereka hanya restoran kecil. Nah di sini kita bicara soal teks ratio dimana kita hanya 11,5 persen, padahal di negara lain sudah 30 hingga 40 persen,” tandasnya. (VictoryTB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s