18 Kecamatan Belum Lunas PBB-P2, Camat Bakal di Evaluasi

Tondano – Akhir pembayaran pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) tinggal sebulan lagi. Tapi, progres PBB-P2 dari 25 kecamatan yang ada di Kabupaten Minahasa masih terbilang jauh dari ekspektasi. Dengan konteks tenggang waktu akhir pembayaran di akhir Oktober 2019 ini.

Data dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah BPP-Retda Kabupaten Minahasa, mencatat, baru terdapat tujuh kecamatan yang telah melunasi PBB-P2 sampai saat ini. “Di catatan kita, baru ada tujuh kecamatan yang lunas untuk PBB-P2. Kita apresiasi tentunya atas kerja kerasnya sehingga mampu lunas sebelum batas waktu terakhir yaitu akhir Oktober,” kata Joudy Kapojos, SH, MAP Rabu (18/09/2019).

Artinya, dengan data tersebut masih ada 18 kecamatan dari total 25 yang ada di Kabupaten Minahasa, yang belum melunasi PBB-P2 sampai berita ini ditulis.

Untuk tetap tercapainya target PBB-P2, pihak BP-Retda Kabupaten Minahasa, mengingatkan dan mengimbau para camat untuk menginformasikan kepada desa di wilayahnya untuk segera melakukan pelunasan.
Pasalnya, di atas batas pelunasan yang telah ditentukan, warga sebagai wajib pajak akan dikenai sanksi sebesar 2 persen dari pokok pajak terhutang.
“Ini sebenarnya yang tidak kita harapkan. Karena wajib pajak akan kena denda sesuai aturan yang ada bila bayarnya di atas batas waktu,” ujar Kapojos.

Sementara, Asisten bidang Pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Minahasa Dr. Denny Mangala juga menekankan hal yang sama terkait pajak. Yakni, terkait tertib bayar pajak di masyarakat, tak terkecuali dari sektor PBB-P2. “Tentu tak bosannya kita imbau agar masyarakat tetap tertib bayar pajak. Karena pajak ini kembalinya untuk masyarakat juga. Baik untuk pembangunan di tahun depannya serta berbagai kegiatan lainnya dalam memajukan Kabupaten Minahasa,” ucap Mangala.

Mangala mengingatkan kepada seluruh Camat, sesuai yang disampaikan Bupati Minahasa Ir. Royke Octavian Roring, MSi sebelumnya terkait target PBB-P2 jika tidak lunas sampai batas waktu, maka siap-siap untuk dievaluasi.
“Camat yang tidak bisa memenuhi target PBB-P2, yakni lunas akan dievaluasi,” tegas Mangala.

(Christian Tangkere)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s