Sang Petarung sejati ‘ROSO’ Menjadi Idola Masyarakat Minsel.

Amurang – Dalam waktu yang tidak terlalu lama tahapan pemilihan kepala daerah di kabupaten Minahasa Selatan akan di mulai, akan muncul beberapa nama atau pasangan yang akan ikut meramaikan kontestasi pesta demokrasi Pilkada Minsel yang sedianya akan di gelar tahun depan.

Nama Royke Sondakh atau orang biasa memanggil “ROSO” sudah sangat dikenal dan femilar di seluruh lapisan masyarakat minsel, tidak heran ketika kita kunjungi desa-desa di minsel di 17 kecamatan pasti akan sangat kenal dengan ROSO.

Saya pastikan bahwa tahun depan saya akan ikut pilkada minsel, sebagai calon Bupati Independen atau non partai dan untuk calon wakil bupati sedang dalam tahap penjaringan atau seleksi internal oleh tim yang ada, sesuai dengan mekanisme kami untuk mendapat calon wakil yang terbaik, dan sudah ada kurang lebih 30 nama yang sudah masuk pada tim kami, dan tidak tertutup kemungkinan bisa dari partai politik,” kata ROSO kepada Mesia ini, Sabtu 5/10.

IMG-20191006-WA0003

Lanjut Sondakh, Ke depan apabila ia di ijinkan Tuhan untuk jadi Bupati maka banyak sekali perubahan yang akan di lakukan termasuk ada beberapa hal yang menjadi prioritas utama adalah masalah pembangunan fisik, jalan tani, proyek yang ‘nyata’ supaya setelah di bangun nyata pemanfaatannya sehingga tidak mubajir. “Sebab jika tidak di manfaatkan padahal mungkin proyek itu menelan biaya ratusan juta bahkan puluhan milyard, tentu masyarakat sangat di rugikan,” paparnya.

Royke menambahkan, bahwa ia tidak mau berutang budi dengan orang lain, itulah yang menjadi salah satu alasan kenapa tidak mau mencalonkan di dari partai politik, pasti ruang gerak akan sangat terbatas dan bakal di intervensi oleh partai. “Tapi kalau indepeden bebas dalam segala hal, semua persiapan terkait pencalonan saya itu sudah sangat matang termasuk pengumpulan KTP pendukung yang melebihi kententuan,” tutur ROSO.

“Bila nanti saya menjadi Bupati minsel, saya mempersilahkan masyarakat miskin untuk tinggal atau memanfatkan tanah negara untuk di kelolah atau menanam di tanah negara atau HGU, HGB, dan lainnya, karena terkadang dalam satu rumah di tempati 2 sampai 3 keluarga atau bahkan ada yang lebih, bisa mereka mengunakan tanah negara, saya tidak akan berpihak pada korporasi atau perusahan tetapi lebih memilih masyarakat kecil sesuai juga dengan program presiden Jokowi tentang Reforma Agraria,” tutup Royke Sondakh sang fenomenal.

(Noldy Poluakan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s