Kini, Pensosmas Mitra Gunakan Aplikasi e-Pelaporan

Ratahan  – Satu lagi terobosan dilakukan Pemkab Minahasa Tenggara dalam hal ini oleh Dinas Sosial Mitra di bawah kepemimpinan Frangky Wowor. Sebanyak 30 orang relawan Penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas) di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) diperkenalkan kepada aplikasi e-Pelaporan. Penggunaan aplikasi itu berfungsi untuk mendukung peningkatan kinerja Pensosmas bersangkutan.

Kepala Dinas Frangky Wowor mengatakan pihaknya memperkenalkan terobosan baru ini guna maksimalnya tugas Pensosmas. Yang berfungsi untuk memberikan penyuluhan ke desa-desa terkait masalah sosial, baik itu masalah kesenjangan, bencana, bantuan, maupun masalah sosial lainnya di Mitra.

“Awalnya mereka dalam pelaporan dilakukan secara manual. Namun saat ini dengan adanya aplikasi e-Pelaporan maka setiap kegiatan yang dilakukan harus dilaporkan lewat aplikasi. Dan ini yang kita sosialisasikan kepada Pensosmas,” ujarnya di sela kegiatan di aula Kubah Pemkab Mitra Jumat (25/10/2019).

Lanjut Frangky, sosialisasi aplikasi ini akan memperkaya pelaporan dengan dokumentasi kegiatan Pensosmas, berupa foto sebagai bukti nyata tugas telah dilakukan. Diharapkan Pensosmas dapat melakukan tugasnya sebagai penyuluh di lapangan dengan bertanggung jawab.

“Jadi program ini baru diuji coba untuk Kabupaten yang sudah miliki pensosmas. Program ini bukan hanya sekedar pelaporan tulisan saja, Namun juga harus disertai foto digital saat melaksanakan tugas,” sebut Frangky Wowor.

Ia juga mengingatkan agar Pensosmas tidak melakukan penyimpangan karena kegiatannya terpantau. “Pensosmas diharap jangan main-main dengan aplikasi e-Pelaporan ini. Karena setiap kegiatan harus diupdate, sehingga aktifitas terus terpantau dan data tidak bisa dimanipulasi. Jadi, akan kelihatan apakah mereka benar laksanakan tugas atau tidak,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, tenaga Pensosmas direkrut langsung oleh Kementerian Sosial. Sementara pihak Dinsos Mitra hanya memfasilitasi dalam memenuhi kuota Pensosmas yang dibutuhkan.

“Jadi peran kami disini hanya mengawasi saja karena wewenang penuh langsung dari Kemensos, termasuk masalah upah mereka. Idealnya memang setiap desa satu (Pemensos). Namun mengingat saat ini kuota Pensosmas terbatas, maka mereka dimanfaatkan untuk semua desa. Contoh, misalnya ada permasalahan di lapangan, walaupun mereka bukan warga setempat, tapi bisa dimanfaatkan untuk turun dan memberi penyuluhan oleh Dinsos Kabupaten dan Provinsi, terutama oleh Kemensos,” tandasnya.

Turut hadir dalam pengenalan aplikasi e-Pelaporan, Sekretaris Daerah Sekda Mitra Robby Ngongoloy, serta Tim Kementerian Sosial RI. (VictoryTB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s