Kredit BRI Kanwil Manado tembus Rp35 Triliun

MANADO – PT Bank Rakyat Indonesia Kanwil Manado mencatat, hingga 31 Oktober 2019 BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 35 triliun.

Pengganti Sementara Pemimpin Wilayah BRI I Made Surya Artana menyampaikan dari jumlah tersebut Kredit Produktif masih yang terbesar sebanyak Rp27 triliun, sedangkan kredit konsumtif Rp 8 triliun. Meski tak merinci, dirinya menyebut jumlah tersebut tumbuh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya memegang prinsip, kalau hari ini harus lebih baik dibanding hari sebelumnya. Walaupun hanya naik satu rupiah, yang penting harus lebih baik dibanding hari sebelumnya. Dengan demikian, secara total pasti akan mengalami pertumbuhan,” kata Made pada SulutNewsTv.com belum lama ini.

Dia menyebutkan, yang termasuk kredit konsumtif adalah pinjaman pegawai, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

“Kan BRI Kanwil Manado membawahi empat provinsi, yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara. Dari empat provinsi tersebut, menurut saya yang paling besar memberikan kontribusinya adalah Sulawesi Tengah. Apa sebab, karena didorong oleh sektor pertambangan yang besar di sana,”tuturnya.

Dirinya membeber, share Sulawesi Tengah terhadap kinerja Bank BRI Wilayah Manado mencapai 30 persen. Mengikuti provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara.

“Namun akibat bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah tahun lalu, kinerja perbankan di sana tidak mengalami pertumbuhan, bahkan minus. Akibat bencana tersebut, nasabah BRI di Sulawesi Tengah menurut Made belum diwajibkan untuk membayar angsuran kredit. Hal ini sesuai dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” urainya.

“Nah, bagaimana cara untuk membangkitkan kembali perekonomian di sana? Tentu saja kami menggelar berbagai pelatihan sekaligus untuk membangkitkan kembali mental mereka,” bebernya.

Sementara, untuk memenuhi permintaan kredit di Kanwil Manado yang besar, Made mengatakan pihaknya mendatangkan dana dari kantor pusat.

“LDR kita berada di angka 200 persen. Itu berarti dana pihak ketiga yang kita kumpulkan tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan kredit. Kita pun harus mendatangkan dana dari kantor pusat,” tandasnya sembari menambah dengan mendatangkan dana dari pusat, mereka pun harus membayar bunganya.

Loan to Deposit Ratio (LDR) Sulawesi Utara memang tinggi dan di berada atas batas yang ditetapkan Bank Indonesia yakni 85 – 90%. Berdasarkan data OJK Sulutgomalut, pada bulan Juni 2019, LDR Sulut sebesar 147%.(gabby)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s