BWI Mitra Sosialisasi Wakaf, Kountur : Agar Pengelolaan Lebih Maksimal

Ratahan – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar sosialisasi bagi wakif (pemberi) dan nazhir (penerima) terkait pengelolaan dan pengembangan harta benda Wakaf, bertempat di Kantor KUA Tombatu, Kamis (14/11/2019).

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Mitra Artly Kountur mengatakan, kegiatan ini dilakukan sesuai amanat UU Nomor 41 Pasal 49 Ayat 1 tentang tugas dan wewenang Badan Wakaf.

Ia berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan tambahan wawasan bagi nazhir bagaimana mengelola tanah wakaf sesuai amanah yang diberikan para wakif.

“Ini bagian dari tugas kami untuk membina nazhir agar dapat lebih berinovasi lagi dalam pengelolaan dan pengembangan tanah wakaf ini sehingga bisa lebih maksimal,” ungkap Artly.

Ditambahkan, wakaf berbentuk tanah harus memiliki Akte Ikrar Wakaf (AIW), yang pengurusannya di Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan. “Dan pengurusan sertifikat tanah di BPN, dan bisa juga melalui BWI kabupaten Mitra. Karena salah satu Mitra kerja BWI adalah ATR/BPN,” tuturnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Mitra Aswin Kiay Demak, memberikan apresiasi kepada Badan Wakaf Mitra yang telah menjalankan sosialisasi nazhir di Mitra.

“Apresiasi patut diberikan kepada Ketua Badan Wakaf Mitra Artly Kountur yang telah menggelar kegiatan sosialisasi ini. Karena Badan Wakaf Indonesia merupakan lembaga independen dan Kemenag salah satu mitra kerja. Dalam rangka menginventarisir dan memberdayakan tanah wakaf dengan segala potensi yang ada, untuk pengembangan ekonomi umat yang ada di Mitra,” ujar Demak.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Mala dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, dalam rangka verifikasi data tanah wakaf yang akan dikerjasamakan.

“Kami ingin tanah wakaf di seluruh Indonesia diberdayakan dengan maksimal. Misalnya ada tanah wakaf yang diperuntukkan untuk masjid, mungkin bisa diberdayakan, di mana atasnya masjid dan bawahnya ruang serba guna yang bisa disewakan. Hasilnya nanti bisa untuk kemasalahatan umat,” sebut Mala.

Ditambahkan, dari data yang didapat bahwa Mitra memiliki tiga lokasi tanah wakaf yang luasnya di atas lima ribu meter dan berpotensi untuk dikerjasamakan. Baik dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan maupun perkebunan.

“Saya kagum dan mengapresiasi adanya sosialisasi nazhir ini untuk menambah wawasan, bagaimana mengelola dan mengembangkan tanah wakaf. Sekalian sosialisasi pada nazhir agar harus punya inovasi mengembangkan tanah wakaf. Jadi jangan hanya diam karena mereka diberi amanah mengelolanya,” tandas Mala. (VictoryTB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s