Ekonomi & Bisnis

BI Prediksi PE Sepanjang 2019 Melambat

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Pertumbuhan Ekonomi (PE) di Sulawesi Utara sepanjang tahun 2019, mengalami sedikit perlambatan jika dibandingkan dengan tahun 2018. Dengan perkiraan 5,8 persen hingga 6,0 persen (yoy), atau masih lebih tinggi dibandingkan perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala kantor Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat, saat membuka giat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019 di Sulawesi Utara, Rabu(12/12) di Ballroom Four Points Hotel Manado.

Dijelaskannya, perekonomian global yang memburuk berdampak pada perekonomian Sulawesi Utara. Perekonomian global yang melambat tercermin pada turunnya volume perdagangan dunia yang pada tahhun 2019 diproyeksikan hanya tumbuh 1,1% (yoy) melambat cukup signifikan dibandingkan tahun 2018 yang tumbuh 3,6 % (yoy).

“Volume perdagangan dunia yang melambat menyebabkan harga-harga komoditas internasional yang bergerak turun, termasuk CNO yang menjadi sumber ekspor Sulawesi Utara. Penurunan harga CNO tersebut terus berlanjut sepanjang semester I 2019,” kata Arbonas.

Lanjut dia, harga CNO yang berada dalam tren penurunan mengakibatkan berkurangnya insentif untuk meningkatkan produksi. Hal ini berimplikasi pada ekspansi produksi Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan yang menjadi salah satu LU utama Sulawesi Utara menjadi terhambat.

“Sejalan dengan itu ekspor Sulawesi Utara juga mengalami perlambatan mengingat porsi ekspor minyak Nabati dan hewani mencakup 50% luar negeri Sulawesi Utara. Tak hanya itu, kinerja LU transportasi juga mengalami perlambatan seiring terjadinya kenaikan tarif AU dan penurunan frekuensi penerbangan dari dan menuju Manado,” jelasnya.

Kinerja transportasi yang melambat di tengah kontraksi LU industri dan kontraksi ekspor, menyebabkan pertumbuhan ekonomi melambat

“Namun demikian, permintaan domestik yang masih tumbuh menguat seiring penyelenggaraan pemilu serentak, kenaikkan indikator pendapatan seperti gaji PNS, THR dan UMP, dan berlanjutnya pembangunan PSN menjadi faktor penahan perlambatan dari sisi permintaan. Selain penyelenggaraan pemilu, pelaksanaan berbagai event nasional di Sulut tampak mendorong pertumbuhan LU perdagangan, di tengah LU pertanian yang menguat sebagai dampak base effect sub-LU Tabama, sementara perikanan menjadi faktor penahan dari sisi lapangan usaha,”tandasnya.(gabby)

Categories: Ekonomi & Bisnis, Sulut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s