Manado

Surplus Padi 7.000 Ton, Kementan Dan BPTP Balitbangtan Gelar Rakor Upsus Pajale 2019

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Tahun 2019, Produksi Padi di Bumi Nyiur Melambai menunjukkan kinerja yang bagus. Dimana Produksi Padi tahun 2019 ini mengalami surplus 7.000 ton. Hal ini tentu mendapat apresiasi dari pemerintah Provinsi Sulawesi utara. Melalui Kepala Dinas Novli Wowiling menyampaikan capaian ini tentu didapa dari sinergitas Dinas Pertanian, BPTP, dan TNI yang menjadi pengungkitnya, sehingga Sulut surplus.

“Kami Pemprov Sulut tentu mengapresiasi keberhasilan ini, dan berharap kedepan dengan tantangan pertanian, dapat kita hadapi dengan terus bangun sinergitas yang sudah ada. Tujuan kita agar kita dapat tingkatkan kesejahteraan petani,” ungkap Wowiling.

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Kementerian Pertanian Dr Andriko Notosusanto saat ditemui di Rapat Koordinasi Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedele (Upsus Pajale), Senin(23/12) menyebut, hal ini dilihat dari surplusnya produksi padi 7.000 ton ditahun 2019. Sedangkan dengan Jagung, Andriko juga menyebut mengalami surplus meski tidak sama dengan padi.

Menurutnya, kinerja yang baik tersebut terjadi karena Sinergitas program di Sulut berjalan sangat baik.

“Namun tentu saja, tantangam pertanian didepan pasti sangat berat. Apalagi, data yang disampaikan dalam evaluasi hari ini (Senin,red), terjadi penurunan luas baku di Sulut dari 62 ribu ha menjadi 47 ribu ha. Penurunan tersebut menurut Andriko luar biasa, dan ini perlu diklarifikasi. Dan saya sendiri kurang yakin jika benar terjadi penurunan luas baku di Sulut yang sangat tinggi. Sebab kenyataannya, di Sulut tidak ada kelaparan ataupun gizi buruk,” tutur Andriko kepada Sulutnewstv.com.

Lanjut kata dia, jika benar Sulut mengalami penurunan luas baku yang sangat besar, maka tentu akan ada arus pangan yang sangat besar masuk ke Sulut. Padahal Sulut bukan merupakan daerah yang menjadi penerima, melainkan penyedia pangan untuk daerah lain.

Andriko menyebut tahun 2020, Kementerian Pertanian memiliki beberapa program yang menurutnya akan melibatkan beberapa kecamatan. Yakni meningkatkan ekspor daerah, Pemetaan daerah karawanan pangan, Program pertaninan keluarga dan Pertanian masuk sekolah.

“Beberapa kecamatan akan kita intervensi, karena produksi pertaniannya tidak mencukupi kebutuhan masyarakatnya. Kami juga akan mengajak generasi mudah untuk menjadi petani, karena setiap tahun kita kehilangan 300 ribu petani,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPTP Balitbangtan Sulut, Dr. Ir. Yusuf, MP juga mengatakan penurunan lahan tidak sebesar itu. Ditambahkan Yusuf, data penurunan lahan tersebut memang perlu diteliti lagi.

“Sebab pemerintah juga memiliki program pencetakan luas lahan baku. Kalaupun ada perbedaan luas lahan baku, mungkin karena metodologi pengambilan luas lahan yang berbeda,” katanya.

Data luas lahan baku tersebut menurut Yusuf akan sangat berpengaruh terhadap distribusi sarana produksi. Jika data menunjukkan hanya ada 47 ribu ha luas lahan baku, sementara kenyataannya terdapa 57 ribu ha, tentu ada petani yang tidak tidak akan mendapakan sarana produksi. Hal tersebut akan berdampak pada ketimpangan petani.

Terpisah, Penyuluan Pertanian Ahli Pertama BPTP Balitbangtan Sulut, Arnold Turang mengatakan, sinkron data luas lahan antara BPS dan BPN sangat penting untuk kejelasan data baku.

“Bila terjadi ketidakjelasan data acuan seperti penjelasan kadis pertanian, maka akan berdampak buruk pada penyuluh pertanian di lapangan sebagai penggerak pertanian. Karena luas baku sangat berkorelasi dengan bantuan buat petani. Jadi harus jelas data yang akan dpakai. Bila tidak, yang akan dikejar petani bukan statistik dan BPN, tapi para penyuluh yang berhadapan langsung dengan pelaku utama yaitu petani,” kuncinya.(gabby)

Categories: Manado, Nasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s