Pemerintahan

DP3A Provinsi Sulut, Upayakan P2TP2A Segera Jadi UPTD

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Permasalahan dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, menjadi salah satu prioritas dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw.

Dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulut Mieke Pangkong, saat ini Pemerintah Provinsi Sulut sedang mengupayakan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) menjadi UPTD sendiri.

“Kami sudah membicarakan hal ini sebelumnya, dimana dalam aturan Pergub akan segera diupayakan agar P2TP2A ini segera menjadi UPTD. Dan juga agar uptd bisa jadi otonom, punya anggaran sendiri dan lebih profesional dalam penanganan masalah KDRT,” kata Mieke kepada Sulutnewstv.com, Selasa(14/1) siang.

Dikatakannya pula, upaya tersebut merupakan salah satu langkah dari program OD-SK untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Sulut yang dalam hal ini sebagai korban kekerasan baik pada perempuan dan anak.

“Pak Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw konsen ke masyarakat. Olehnya kami terus berinovasi untuk memberikan pelayanan yang baik ke masyarakat,” ungkapnya.

Dirinya pun menyebutkan, P2TP2A merupakan wadah yang didalamnya ada konseler, dokter, psikolog, advokad serta manager kasus.

“Regulasi mendagri terkait hal tersebut sudah ada dan kami menggenjot supaya dipercepat. UPTD ini nantinya sangat membantu untuk pelayanan prima ke masyarakat yang memenuhi standar internasional,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga telah membuat inovasi berupa laporan secara online.

“Mari kita cegah KDRT. Kolaborasi program kegiatan antar instansi juga harus jalan dan butuh komitmen Perangkat Daerah. Sebab KDRT terjadi karena ada tekanan ekonomi serta faktor pendidikan,” jelasnya sembari menyebut peran dari tokoh agama agar memberikan pemahaman ke isu-isu kekerasan pada anak dan perempuan.

Terkait pencegahan, pemerintah OD-SK pun ada program Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga).

“Ini wadah untuk keluarga yang harusnya dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu saya anjurkan agar saat masuk rumah tangga sudah harus benar-benar matang,” tutupnya.(gabby)

Categories: Pemerintahan, Sulut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s