[VIDEO] Terkait Aturan baru OJK, Kepala OJK Sulutgomalut Harapkan Ini

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengeluarkan aturan permodalan untuk perbankan nasional. Aturan ini mewajibkan bank untuk memiliki modal inti minimum Rp 3 triliun.

Dengan aturan yang baru tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara Slamet Wibowo berharap Bank yang ada di seluruh Indonesia, permodalannya Semakin Kuat, sehingga dengan semakin menguatnya modal, perbankan dapat mengcover resiko yang lebih besar lagi.

“Dengan demikian, perbankan juga bisa memberikan pelayanan yang lebih besar dengan modal besar itu. Bisa juga merintis produk lebih besar,” kata Slamet saat dikunjungi diruangannya, Jumat(24/1).

Dalam rangcangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang nanti rencananya akan diberlakukan Februari 2020 ini, katanya meliputi Bank Umum yang memiliki Buku I, II, II dan IV. Rata-rata, Slamet menyebut untuk Bank Buku I, modalnya masih rata-rata belum 1 triliun 22 bank di seluruh Indonesia.

“Nah, didalam POJK tersebut, tahun ini bank Buku 1 dapat modal 1 triliun. Yang secara bertahap, tahun 2021 2 triliun, 2022 3 triliun. Yang sebenarnya hal ini sudah lama kita genjot. Agar supaya bank Buku I bisa memenuhi syarat untuk lanjut ke bank Buku II,” sebutnya.

Namun, dirinya menyebut karena pihaknya tidak memiliki keharusan untuk melakukan tindakan atau hal-hal yang membuat modal bank tersebut hingga triliun, maka POJK ini memaksa, agar bank-bank tersebut dapat modal 1 triliun.

Menurutnya, hal ini sangat penting. Mengingat bank yang ada diseluruh Indonesia sudah berjumlah 150 yang dinilai tidak kompetitif. Dijelaskannya, bank Buku I hanya berjumlah 22 bank yang sharenya hanya sekitaran 1 persen lebih dari Nasional.

“Sementara yang memenuhi hanya 5 bank besar yang sharenya mencapai 51 persen dari Nasional,” ungkapnya sembari menambah agar bank tersebut dapat secara bertahap untuk bisa menambah modalnya.

“Agar supaya kontribusi terhadap beberapa program baik pemberi kredit, pertumbuhan pembiayaan, ataupun bertumbuhan ekonomi di daerah menjadi kuat. Yang dalam hal ini jika caranya gabung dengan lain, atau undang investor,” katanya.

Sebelumnya, dikutip dari detik.com menurut data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) periode Oktober 2019 disebutkan ada 13 bank umum yang masuk kategori bank BUKU 1 dengan jumlah kantor 382 unit atau modalnya kurang dari Rp 1 triliun.

Angka bank umum modal kurang dari Rp 1 triliun ini terus menurun sejak 2015 yang sebanyak 34, kemudian memasuki 2016 jumlahnya 25 bank, 2017 18 bank. Kemudian bank BUKU 1 syariah ada sebanyak 4 bank dengan kantor sejumlah 100 unit.

Untuk jumlah aset bank BUKU 1 per Oktober 2019 tercatat Rp 62,96 triliun tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 59,28 triliun. Kemudian untuk bank BUKU 1 syariah jumlah asetnya mencapai Rp 17,07 triliun tumbuh dibandingkan bulan sebelumnya Rp 16,45 triliun.

Sementara itu untuk bank BUKU II tercatat 52 bank dengan jumlah kantor 4.064 unit.

Sekadar informasi saat ini di Indonesia masih mengelompokkan bank berdasarkan kategori BUKU. Untuk bank BUKU I modal inti kurang dari Rp 1 triliun.

Kemudian BUKU 2 bank dengan modal inti Rp 1 triliun sampai dengan kurang dari Rp 5 triliun. Lalu BUKU 3 bank dengan modal inti Rp 5 triliun sampai Rp 30 triliun dan BUKU 4 dengan modal inti di atas 30 triliun.(detik/gabby)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s