Kostratani, Program Tingkatkan Produktifitas Pertanian

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Komando Stratgis Pembangunan Pertanian (Kostratani) merupakan salah satu program Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktifitas.

Dimana, program Kostratani ini nantinya akan membantu penyuluh pertanian dalam menyampaikan program dari pusat kepada petani.

Dan sebagai bentuk wujud nyata keseriusan terlaksananya program ini, Balai Pertepatan Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sulawesi Utara dibawah Kementerian Pertanian, menggelar sosialisasi Tugas Peneliti, Penyuluh Balitbangtan dan Penyuluh Daerah Mendukung Program Kostratani di Sulut, Jumat(24/1) pekan lalu.

“Jadi memang kostratani ini merupakan salah satu program utama dari Kementerian Pertanian, setelah KUR dan Tiga kali ekspor. Kostratani ini akan memaksimalkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang merupakan ujung tombak dalam menyampaikan teknologi pertanian kepada petani,” ujar Kepala Balai Penempatan Teknologi Pertanian (BPTP), Balitbangtan Sulut, Dr. Ir. Yusuf, MP.

Ia mengatakan, Kostratani nantinya akan dibentuk di setiap kecamatan hingga provinsi. Bahkan dibeberkannya, program Kostratani akan dilengkapi dengan teknologi sehingga seluruh kegiatan petani bisa dimonitor perkembangannya.

“Ini penting, agar program ini dapat berjalan dengan baik, maka perlu ada sinergi antara BPP dan BPTP Sulut yang menjadi sekretariat Kostratani di daerah,” bebernya.

Dirinya juga menyebut tahun 2020 sudah ada 5.000 kostratani di Seluruh Indonesia.
“Tahun 2020 ini, ada 5.000 kostratani di seluruh Indonesia, dan tahun depan akan ditambah lagi 2.000,”sebutnya.

Terpisah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Ir Novly Wowiling menambahkan untuk mensukseskan Kostratani maka perlu menjalankan tupoksi yang ada.

“Karena, dengan demikian, maka target produksi pertanian akan bisa dicapai,” katanya.

Ia juga mengatakan, kalau produksi padi sawah petani saat ini hanya 5 ton per hektar, namun menurutnya jangan senang dulu. Sebab jumlah tersebut masih sangat sedikit.

“Jika produksi pada sawah harus di angka 8 sampai 10 ton per hektar, maka barulah bisa bernafas lega. Begitu juga dengan jagung, produksinya harus 10 ton,” tambahnya.

Novly mengatakan, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan produksi padi sawah menjadi 12 ton per hektar, sedangkan jagung 10 ton. Sedangkan produk pertanian lain seperti cabai bisa mencapai 15 kali panen dalam setahun.

“Jika hasil tersebut tercapai, maka hal tersebut merupakan kebanggaan kita bersama,” kuncinya.

Diketahui, kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh peserta dari seluruh kabupaten/kota di bumi nyiur melambai.(gabby)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s