Pemerintahan

Fokus 3 Poin Pariwisata, Wagub : Penguatan Branding Sulut Sebagai Destinasi Wisata Mengenyangkan dan Aman

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw atas petunjuk Gubernur Olly Dondokambey mengatakan penguatan Branding bumi Nyiur Melambai sebagai destinasi Wisata yang mengenyangkan dan aman, guna output yang bagi, pelaksanaan programnya harus difokuskan.

Untuk itu, Wagub dalam rapat koordinasi Dinas Pariwisata Sulut diruang kerjanya mengajak stakeholder terkait untuk fokus di 3 poin penting yang menjadi penekanan pada bidang pariwisata.

“Pak Gubernur menugaskan saya memimpin pertemuan hari ini sekaligus mengajak kita semua semakin fokus pelaksanaan program yang outputnya adalah penguatan branding Sulut sebagai destinasi wisata mengenyangkan dan aman. Sekaligus membawa turis kian banyak ke Sulut baik domestik maupun asing,” ungkap Kandouw, Selasa(11/2).

Dirinya pun menyebutkan, 3 poin itu adalah pertama, penguatan pasar domestik ke Sulut harus disinergikan dengan pengelolaan destinasi wisata di kabupaten dan kota di Sulut. Sebab turis domestik akan suka menjelajah banyak obyek wisata di kabupaten dan kota. Sehingga akan banyak atraksi objek wisata di daerah bisa lebih dihidupkan.

“Contohnya, hasil turun lapangannya ke Modoinding di Minsel dan Danau Mooat di Boltim. Ini dua destinasi bagus tapi belum diperhatikan. Nah ayo kelola destinasi ini dan ajak asosiasi industri wisata ikut jualan paket di sana,” ucapnya.

Dalam konteks itu, diingatkan pula agar Dispar Sulut serius dan fokus menata obyek wisata milik Pemprov seperti Gunung Tumpa di Tongkeina Manado, Bukit Kasih di Kawangkoan, Fesbudaton di Paleloan Tondano dan Sumari Endo di Remboken Minahasa.

“Kedua, terhadap pengelolaan destinasi itu, Wagub meminta agar keterlibatan asosiasi industri wisata Sulut harus dilibatkan. Mereka menjual paket wisata di destinasi yang ada. Sehingga saat turis tiba, dengan sendirinya pasar wisata sudah tercipta dan manfaatnya akan dirasakan masyarakat lokal. Tapi target turis domestik dengan aneka paket wisata yang disiapkan harus yang anti mainstream. Artinya paket wisata yang tidak standar Namun membidik komunitas tertentu, yang potensial dalam spending money,” jelasnya.

Sementara untuk poin yang ketiga yakni epositioning pasar wisata turis asing yang saat ini terus dilakukan Pak Gubernur harus didukung tim Dispar, yakni, menggarap sejumlah destinasi negara non Tiongkok.

“Misalnya Australia, Jepang, Korea. Selain pasar Eropa dan Amerika,”sebutnya.

Diketahui, rapat yang membahas penguatan branding Sulut sebagai destinasi wisata aman dan memyenangkan ini turut dihadiri Kadispar Sulut Henry Kaitjily, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Daniel Mewengkang dan Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata Dino Gobel.(***/gabby)

Categories: Pemerintahan, Sulut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s