Ekonomi & Bisnis

Barang e-commerece di atas 3 dolar dikenakan Bea Masuk, Begini Tanggapan Ikadin Sulut

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulut Bidang UMKM dan Koperasi, Ivanry Matu menyatakan sangat mendukung penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 199 tahun 2019.

Aturan tersebut menurut Ivanry akan membuat produk UMKM Sulut memiliki kesempatan untuk bersaing dengan produk dari luar negeri.

“Dengan adanya aturan ini, maka barang impor lewat e-commerece dengan harga di atas 3 dolar AS akan dikenakan bea masuk dan PPN. Di mana sebelumnya batas barang yang dikenakan bea masuk dan PPN adalah 75 dolar AS. Aturan ini akan membuat prduk UMKM memiliki kesempatan bersaing dengan produk dari luar negeri karena harga produk dari luar negeri menjadi mahal,” ujar Ivanry, belum lama ini.

Menurutnya, dengan adanya kesempatan ini, maka pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga harus meningkatkan kualitas produk mereka.

“Ada tiga hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM. Pertama adalah pelatihan, kedua sarana dan ketiga jaminan pasar,” sebutnya.

Bahkan, perlu juga ada pelatihan, yang gunanya untuk meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM. Karena, dengan meningkatkan pengetahuan, maka pelaku UMKM dapat membuat produk yang berkualitas. Namun hal itu juga perlu ditunjang dengan sarana, yaitu peralatan yang memadai. Dengan peralatan yang memadai, maka UMKM dapat memproduksi barang yang banyak dalam waktu yang singkat. Biaya produksi juga bisa lebih murah.

“Saat ini sudah jamannya teknologi. Untuk itu, UMKM juga harus memanfaatkan teknologi dalam melakukan produksi,” tambahnya.

Jika sudah memiliki pengetahuan dan peralatan yang memadai, maka langkah selanjutnya adalah pemasaran. Sebab percuma memiliki produk yang baik namun pasarny tidak ada. Oleh sebab itu mencari pasar juga menjadi sangat penting.

Dirinya juga mengatakan ketiga hal tersebut dapat berkorelasi dengan pemerintah maupun Kadin.U

“Untuk pelatihan misalnya, Kadin dapat berperan untuk mencari tenaga ahli yang akan membagi pengetahuannya kepada pelaku UMKM di Sulut. Namun terkait biaya untuk mendatangkannya, menjadi bagian dari pemerintah,” ujarnya.

Ivanry mengatakan, Kadin sendiri memiliki komitmen yang besar untuk meningkatkan UMKM. Sebab UMKM memiliki peran yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Bahkan menurut presiden Joko Widodo, 90 persen tenaga kerja di Indonesia bekerja di sektor UMKM.

“Bulan Desember 2019 lalu di Bali, Kadin telah menandatangani MOU dengan Kementerian BUMN dalam hal penyaluran CSR. MOU ditandatangani oleh Menteri BUMN Erick Tohir dan Ketua Kadin, Rosan Roeslani. Nantinya dana CSR dari BUMN akan diberikan untuk membantu UMKM,” katanya seraya menambahkan, UMKM di Sulut juga nantinya akan mendapatkan bantuan dari BUMN lewat CSR.(***/gabby)

Categories: Ekonomi & Bisnis, Manado

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s