Pemerintahan

Disperindag Sulut, Bantu Tingkatkan Peran Dunia Perindag Lewat Rakor

Foto : Gabriella/SNTV

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Untuk meningkatkan peran dunia industri dan perdagangan di Sulawesi Utara (Sulut), maka perlu sinergitas antara pemerintah provinsi Sulut dan pemerintah kabupaten/kota.

Untuk mewujudkan sinergitas tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut menggelar Rapat Koordinasi (rakor) dengan dinas yang membidangi perindustrian dan perdagangan di kabupaten/kota, Rabu (26/02) di hotel Peninsula, Manado.

“Rakor ini digelar untuk mengkoordinasikan apa terjadi terkait industri dan perdagangan di Sulut,” ungkap Sekretaris Provinsi Sulut Edwin Silangen saat membuka giat rakor tersebut.

Bahkan, menurutnya hal ini tentu penuh tantangan, di mana ekonomi global mengalami perlambatan yang salah satu penyebabnya adalah virus corona.

“Untuk itu, Sulut harus merapatkan barisan dan melakukan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Program yang dilaksanakan harus lebih terarah dan terkoordinasi,” sebutnya.

Meski begitu, dirinya menyebut Sulut mesti bersyukur sebab perkembangan ekonomi makro di Sulut berada di atas nasional.

“Pertumbuhan ekonomi Sulut berada di atas nasional. Dan hal itu berbanding lurus dengan angka kemiskinan di Sulut yang terus turun,” bebernya sembari menambah penurunan angka kemiskian di Sulut merupakan yang terbesar di Sulawesi.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sulut Edwin Kindangen menambahkan, sinergitas antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota dalam sektor industri dan perdagangan sangat penting. Bahkan, disebutkannya, ada dua hal yang menjadi harapan digelarnya rakor ini.

“Yang pertama, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota perlu bersama-sama sinergis dalam menangani menangani dunia industri dan perdagangan. Kedua, dalam menangani permasalahan, sinergis juga. Sebab pemerintah provinsi tidak bisa berbuat apa-apa tanpa ada kerjasama dan dukungan dengan pemerintah kabupaten/kota,” sebutnya.

Pada rakor kemarin, Disperindag juga mendatangkan pembicara dari kalangan akademisi yakni Vecky Masinambow, Rifky dari Bank Indonesia Sulut dan Shirly Worotikan dari Badan Pusat Statistik Sulut, Wakil Ikadin Sulut Ivanry Matu.

Masinambow memberikan pandangan perekonmian dunia, Indonesia serta Sulut. Ia juga memaparkan dampak wabah virus corona terhadap Sulawesi Utara.

Apalagi ekspor Sulut ke China, negara di mana wabah corona menyebar cukup besar.
Sementara Rifky dan Worotikan lebih pada kondisi perekonomian Sulut.

Selain itu, untuk memberikan gambaran terkait ketersediaan bahan pokok, Disperindag juga mendatangkan distributor bahan pokok serta Bulog.

“Kehadiran mereka untuk menyampaikan keadaan yang riil di lapangan. Bagaimana sebenarnya stok bawang putih, bawang merah dan gula yang sempat heboh beberapa waktu terakhir. Mereka hadir untuk menyampaikan kepada masyarakat kalau stok bahan pokok stabil. Sehingga walaupun sempat terjadi kenaikan harga beberapa bahan pokok, tetapi karena stok cukup, masyarakat tidka perlu khawatir,”tandasnya.

Diketahui, dalam rakor ini dihadiri oleh dinas terkait se-Kabupaten/kota serta tamu lainnya.(gabby)

Categories: Pemerintahan, Sulut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s