Minahasa

Sah.. Bupati Minahasa ROR Sandang Gelar Doktor

Sulutnewstv.com, Malang – Ratusan karangan bunga berjejer rapi di halaman Gedung Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang, Provinsi Jawa Timur, Selasa (10/3/2020). Silih berganti ratusan tamu undangan mulai dari pejabat pemerintahan dan non pemerintahan maupun daerah memasuki aula kampus bergengsi tersebut.

Bukan kegiatan wisuda, melainkan tamu undangan tersebut untuk menghadiri rangkaian ujian terbuka Disertasi Program Doktor Fakultas Teknik Sipil Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring MSi (ROR).

Di tengah kesibukan ROR menjadi kepala daerah hingga menahkodai, banyaknya organisasi berkompeten mulai dari Ketua Persatua Insinyur Indonesia Wilayah Sulut  dan organisasi-organisasi lainnya tidak menyurutkan langkah dirinya menyelesaikan pendidikan ke tingkat teritinggi pendidikan Program Doktor.

Pada pendidikan Program Doktor ini, Bupati ROR yang juga alumni Universitas Sam Ratulangi Manado tersebut mengambil judul Disertasi “Pengaruh Pengembangan Ekonomi Khusus dan Pembangunan Pelabuhan HUB International Bitung Terhadap Penyediaan Transportasi Menggunakan Metode Structural Equation Modeling”

Lancar dan lugas, paparan hingga pertanyaan-pertanyaan ‘disapu bersih’ ketika menghadapi lima tim penguji. Tim penguji ini terdiri dari Ketua Sidang Dr Eng Ir Yulvi Zaika MT, Penguji Tamu Prof Dr Wimpy Santosa MEng MSCE PhD, Penguji I Prof Dr Marjono MPhil, Promotor Ir Lutfi Djakfar MSCE PhD IPM dan Ko-Promotor Ir Achmad Wicaksono MEng Phd.

Setelah berhasil melalui Ujian Terbuka Disertasi Program Doktor Teknis Sipil, di gedung Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang, Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring MSi, akhirnya dinyatakan lulus dengan hasil sangat memuaskan dan berhak menyandang gelar Doktor Teknik Sipil. ROR berhasil mempertahankan Disertasi yang dibuatnya, dan berhak mendapat pengakuan sebagai Doktor Teknik Sipil.

Mengawali presentasinya, Bupati ROR menyampaikan bahwa, salah satu latar belakang dirinya mengangkat tema ini karena, ada 13 Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Indonesia, 12 berada di kawasan Indonesia Timur, dan salah satunya berada di Sulawesi Utara, yakni Kapet Manado Bitung, yang meliputi lima Kabupaten/ Kota yakni, Kota Manado, Bitung, Tomohon, Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.

Dalam presentase Disertasi ini, Bupati mengangkat penelitiannya dengan tujuan untuk mengetahui apakah pengebangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung berpengaruh terhadap penyediaan infrastruktur transportasi di kawasan Manado-Bitung, bahkan Sulut pada umumnya.

Untuk mengetahui apakah pembangunan Pelabuhan Hub International Bitung berpengaruh terhadap penyediaan infrastruktur transportasi di kawasan Manado-Bitung, bahkan Sulut pada umumnya. Untuk mengetahui apakah pengembangan Pelabuhan Hub International dan Pengembangan KEK Bitung berpengaruh terhadap aspek pengguna Transportasi Logistik di koridor jalan Manado-Bitung.

Selanjutnya, untuk mengetahui apakah pengembangan Pelabuhan Hub International dan Pengembangan KEK Bitung berpengaruh terhadap arus lalu lintas barang di koridor jalan Manado-Bitung, dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemgembangan KEK, pembangunan Pelabuhan Hub International, arus lalu lintas barang dan pengguna transportasi logistik, serta penyediaan infrastruktur transportasi, apakah saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya.

Pada kesimpulannya, Lulusan Sarjana Teknik lulusan Fakultas Teknik Universitas Negeri Sam Ratulangi (Unsrat) Manado tahun 1987 dan Master Tekenik Ilmu Perencanaan Pengembangan Wilayah Pasca Sarjana Unsrat Manado lulusan tahun 1999 ini dalam presentase Disertasinya menyampaikan bahwa, pengembangan KEK Bitung berpengaruh terhadap penyediaan infrastruktur transportasi sebesar 3,74 persen. Selanjutnya, pengembangan Pelabuhan Hub International berpengaruh terhadap penyediaan penyesiaan imfrastruktur transportasi sebesar 14,51 persen.

“Pembangunan Pelabuhan Hub International Bitung menurut ROR, berpengaruh pada pengguna tranaportasi logistik sebesar 75,69 persen. Pembangunan Pelabuhan Hub International Bitung berpengaruh pada arus lalu lintas barang sebesar 18,17 persen, sedangkan khusus Bitung terhadap arus lalu lintas barang memunjukkan bahwa pengembangan KEK Bitung berpengaruh terhadap arus lalu lintas barang sebesar 10,24 persen,” kata Mahasiswa angkatan 2010 di Fakultas Teknik Sipil di Unbraw Malang ini.

Kemudian, pembangunan Pelabuhan Hub International Bitung menurutmya memberikan efek terbesar pada penyediaan infrastruktur transportasi sekaligus merupakan satu-satunya variabel yang mempunyai pengaruh terhadap pengguna transportasi logistik. Pengguna transportasi logistik dan pembangunan Pelabuhan Hub International Bitung memberikan efek terbesar pada arus lalu lintas barang.

Dimana dalam kesimpulannya, apa yang menjadi penelitiannya ini mempunyai efek yang sangat positif, khususnya bagi pemangku kepentingan. “Pembangunan Pelabuhan Hub International dan KEK Bitung, tidak hanya akan meningkatkan infrastruktur transportasi secara langsung, tapi juga tidak langsung. Tidak hanya mencipatakan arus lalu lintas transportasi, tapi juga arus logistik,” pungkas ayah tercinta Karlina, Desiree dan Rifky ini.

Usai mempresentasikan penelitiannya, Bupati ROR kemudian dicecar sejumlah pertanyaan dari para Penguji, dimana dirinya pada akhirnya dapat menjawab dengan jelas semua yang menjadi pertanyaan Dewan Penguji.

Ketua Sidang Dewan Penguji Yulvi Saika, kemudian mengumumkan hasil ujian dan mengatakan bahwa, kemampuan Bupati ROR sangat baik, sehingga menyatakan bahwa yang bersangkutan lulus dengan hasil sangat memuaskan.

Ketua Komisi Pembimbing Program Studi Teknik Sipil Prof Ir Ludfi Djakfar mengatakan, pihaknya memperlakukan semua Mahasiswa sama, tidak membedakan karena dia pejabat atau bukan termasuk Bupati ROR. “Pak ROR telah berjuang sangat baik selama 10 tahun, sehingga akhirnya bisa memyelesaikan studi Doktor ini dan akhirnya berhasil dinyatakan lulus. Jadi, saya dan semua memyampaikan selamat,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPRD Minahasa Gladi Kandouw dalam sambutannya mewakili semua tamu undangan yang hadir, memyampaikan selamat. “Kami bangga dengan apa yang telah dicapai pak Bupati ROR. Untuk itu, kami atas nama masyarakat Minahasa menyampaikan selamat menyandang gelar Doktor,” ujarnya.

Demikian juga Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang Dr Ir Pitojo Tri Juwono MT, menyampaikan selamat langsung kepada Bupati ROR. Bupati ROR kemudian juga menyampaikan terima kasih kepada semua yang sudah hadir dan sudah mensuport dirinya, hingga boleh berhasil menyandang gelar ini.

Turut hadir menyaksikan ujian ini, Danlanud Abdurahman Saleh Malang Kolonel Pnd Asley Paat bersama isteri, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Rahmat Budiman Taufani SH MKn, Ketua Pengadilan Negeri Tondano ST Iko Sudjatmiko SH MH, Sekretaris Daerah Minahasa Ir Ronald Sorongan dan seluruh jajaran pejabat Pemkab Minahasa, segenap Anggota DPRD Minahasa, para Camat dan para Hukum Tua se-Kabupaten Minahasa, anak-anak Karlina, Rifky dan Desiree, orang tua tercinta Bupati ROR Sofitje Waani, serta keluarga terdekat dan tamu undangan lainnya.

(ChristianT)

Categories: Minahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s