Minahasa

Korupsi Dana Bansos Bisa Dipidana Mati, Sihombing: Laporkan jika ada oknum yang masih tega dan berani memotong dana Bansos

Minahasa – Hukuman berat  bagi siapa saja yang menyelewengkan atau mengkorupsi anggaran Bantuan Sosial (Bansos) khususnya bencana nasional non alam Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini telah disampaikan oleh penegak hukum, baik Kepolisian, Kejaksaan maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Bahkan para penegak hukum tersebut telah memberikan peringatan keras kepada para pejabat pemerintahan baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga desa dan kelurahan, agar tidak bermain – main atau melakukan korupsi dengan Bansos khususnya penanganan wabah Covid-19.

Bahkan, ancaman bagi koruptor Bansos Covid-19 tidak tanggung – tanggung, yakni hukuman mati. Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Minahasa Rahmat Taufani SH MKn melalui Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Noprianto Sihombing SH MH, kepada sejumlah awak media, Rabu (22/4).

Sihombing menjelaskan, sesuai dengan pasal 2 : 2 UU Tipikor 31/1999 Jo 20/2001 mengatakan, ayat (2) dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dilakukan dalam keadaan tertentu, terancam pidana mati dapat dijatuhkan.

“Namun penerapan hukuman mati itu tidak sembarangan. Hukuman tersebut hanya dapat diterapkan dalam keadaan tertentu. Syarat tersebut dituangkan dalam penjelasan pasal 2 ayat 2,” jelasnya.

Sedangkan dimaksud keadaan tertentu, lanjut Sihombing, sebagai pemberatan bagi pelaku tindak pidana korupsi apabila tindak pidana tersebut dilakukan pada waktu negara dalam keadaan bahaya sesuai dengan undang – undang yang berlaku. “Seperti contoh pada waktu terjadi bencana alam nasional, sebagai pengulangan tindak pidana korupsi, atau pada waktu negara dalam keadaan krisis ekonomi dan moneter,” jelasnya lagi.

Untuk itu, dirinya mengingatkan kepada seluruh pejabat di kabupaten Minahasa sampai tingkat desa dan kelurahan agar jangan main – main dengan Bansos atau melakukan korupsi dana tersebut yang bersumber dari uang negara. “Yang jelas, hukuman mati menanti jika ada oknum melakukan korupsi Bansos khususnya bantuan kepada terdampak Covid-19. Siapapun pelakunya termasuk Hukum Tua,” tegas Sihombing.

Menurut dia, membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 di saat sekarang ini sangat baik dilakukan. Terutama sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Tapi lebih mulia lagi kalau bantuan diberikan kepada orang yang layak menerimanya, sehingga dampak positif dirasakan masyarakat. “Namun, jika ada oknum yang masih tega dan berani memotong dana Bansos apa lagi melakukan pungli kepada penerima, segera laporkan kepada kami,” pungkas Sihombing. (CT)

Categories: Minahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s