Minahasa

Kapolres Situmorang Bahas Aduan Kamtibmas Bersama 32 Ormas Pejuang Minahasa

Minahasa – Sebanyak 32 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Sulawesi Utara (Sulut), yang tergabung dalam Pejuang Minahasa, Senin (22/06) pagi, bertempat di Aula Tansatrisna Mapolres Minahasa, lakukan diskusi masalah aduan kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Minahasa.

Beberapa aduan masyarakat tersebut diantaranya, persoalan sengketa lahan yang terjadi di wilayah perkebunan Rombe atau wilayah Makawembeng, yang berada di perbatasan Kelurahan Marawas dan Desa Tonsealama Kecamatan Tondano Utara, yang baru-baru ini menelan korban jiwa warga Marawas, oleh oknum pelaku asal Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tondano Utara.

Selain itu, diskusi juga menyinggung soal dugaan pengrusakan lingkungan untuk dijadikan lahan pemukiman warga, dengan menebang pohon Pinus yang dilindungi.

“Sebagaimana dasar Ormas kami yang berbasis adat dan budaya, dan budaya kami adalah saling hormat menghormati. Kami dalam hal ini meminta kepada Polres Minahasa soal kejelasan status persoalan kasus ini karena dimana sudah ada korban jiwa di sana. Sebagai Ormas Minahasa, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga tanah warisan leluhur kami,” kata Chrisye Lengking dari Ormas Waraney Tanah Toar Lumimuut.

“Kami tidak mau ini digiring keranah agama, karena antara Kampung Jawa dan Marawas mereka adalah saudara yang selama ini hidup berdampingan dengan rukun. Kami minta oknum-oknum yang menyebar hoax dan ujaran kebencian soal kasus ini agar diproses hukum,” ujar Panglima Besar Manguni Muda Jefri Mamentu.

“Kami juga meminta pihak berwajib melakukan penyelidikan soal dugaan pengrusakan lingkungan, sebagaimana diatur UU nomor 18 tahun 2013, tentang pengrusakan lingkungan, dimana diduga ada pengrusakan lingkungan di wilayah Rombe. Diduga banyak pohon-pohon Pinus di wilayah tersebut yang ditebang untuk dijadikan lahan pemukiman. Data awal yang kami dapat, sudah ada sekitar 20 rumah yang dibangun di sana. Kami dukung langkah Kepolisian untuk melakukan penindakan, dan kami akan kawal langkah ini dari awal sampai akhir,” ujar perwakilan Ormas Brigade Permesta Edwin Pratasik.

Sementara, Kapolres Minahasa AKBP M Denny I Situmorang SIK, menanggapi hal tersebut mengatakan, pihaknya telah menahan dua orang tersangka dalam kasus pembunuhan di perkebunan Rombe, dan sementara proses hukum.

“Dalam diskusi ini, tentu kami mengamati, menampung, menerima dan mengolah semua aduan masyarakat yang disampaikan. Terkait sejumlah aduan masyarakat saat ini, untuk kasus pembunuhan di Rombe, kami sudah menahan dua tersangka inisial D dan A untuk proses penyidikan. Kami sudah memiliki bukti permulaan yang cukup. Kami on the track dan tidak berpihak kepada siapa pun, persoalan hukum tetap dijalankan,” tegas Situmorang.

Selanjutnya, soal kasus dugaan pengrusakan lingkungan sebagaimana yang sudah diadukan, Situmorang mengarahkan agar membuat laporan resmi di SPKT Polres Minahasa, untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan.

“Jangan ragukan kami. Saya minta semua Ormas silakan memantau perkembangan semua kasus ini dan mengontrol kinerja Polres Minahasa. Tapi, kami juga memohon agar semua Ormas, secara khusus yang tergabung dalam Pejuang Minahasa, agar dapat menahan diri dan tidak melakukan langkah-langkah diluar koridor hukum,” tukasnya. (CT)

Categories: Minahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s