Manado

Stok Pupuk Urea Subsidi Di Pastikan Aman, 1.360 ton Siap Di Salurkan di Bumi Nyiur Melambai

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Dalam memaksimalkan penyaluran dan pemenuhan kebutuhan petani terhadap pupuk Urea bersubsidi di provinsi Sulawesi Utara, Pupuk Kaltim memastikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi di Sulawesi Utara periode Juli dinyatakan aman.

Diketahui, hingga 17 Juli 2020, Pupuk Kaltim telah menyalurkan 1.375 ton pupuk Urea subsidi ke berbagai kabupaten di Sulawesi Utara, atau sekitar 145% dari alokasi 948 ton urea subsidi periode Juli 2020, yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Plt. Superintendent Sulawesi 3 Deny Indra Pratama menjelaskan penyaluran pupuk subsidi di Sulawesi Utara sudah mulai dilakukan sejak terbitnya Peraturan Menteri Pertanian No.1 dan Perbaruannya No.10 Tahun 2020.

Misalnya di Kabupaten Bolaang Mongondow, urea subsidi yang telah disalurkan sebanyak 5.937,8 ton atau 68,2% dari alokasi 8.710 ton, Kabupaten Minahasa sebanyak 2.568,3 ton atau 65,5% dari alokasi 3.924 ton, serta kabupaten lainnya yang penyaluran pupuknya juga banyak yang melebihi dari target alokasi yang telah ditetapkan Pemerintah.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi, Dinas Pertanian Daerah dan Kementerian Pertanian untuk dapat dilakukan realokasi Pupuk Per Kabupaten maupun Per Provins selagi alokasi masih ada supaya penyaluran pupuk lancar,” ungkap Deny.

Sementara berdasarkan data stok gudang Pupuk Kaltim di Sulawesi Utara, telah tersedia stok pupuk sebanyak 1.360 ton, jauh di atas ketentuan stok minimal yang sebesar 474 ton.

“Perusahaan berkomitmen untuk mengedepankan kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di daerah, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang menjadi dasar dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Dan stok kami banyak dan memang disiapkan sebagai langkah antisipasi dalam musim tanam selanjutnya,” tambahnya menjelaskan.

Disebutkannya, sesuai Permentan Nomor 1 Tahun 2020, penyaluran pupuk bersubsidi ke petani harus menggunakan E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

Hal ini merupakan inovasi yang dikembangkan Kementerian Pertanian dimana tahun sebelumnya hanya menggunakan RDKK manual.

“Jadi memang, kami ditugaskan untuk memproduksi dan menyalurkan pupuk bersubsidi dan non subsidi. Penyaluran pupuk, khususnya subsidi, harus berdasarkan ketentuan yang berlaku, tidak hanya E-RDKK tapi SK Alokasi di setiap kabupaten juga harus ada,” tuturnya.

Diungkapkannya lagi, alokasi pupuk bersubsidi secara nasional di tahun 2020 mengalami penurunan jumlah, dari 8.874.000 ton di tahun 2019, menjadi 7.949.303 ton untuk tahun 2020.

Terkait penurunan alokasi subsidi tersebut, petani diimbau tidak perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan pupuk, karena Pupuk Kaltim juga menyiapkan pupuk non subsidi di kios-kios.“

Pupuk non subsidi ini sebagai solusi bagi petani yang belum masuk E-RDKK, maupun mengantisipasi turunnya alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun 2020,” kata Deny.

Untuk menjaga kebutuhan pupuk di daerah, pengadaan pupuk urea subsidi selain dari Bontang, juga akan dipasok dari beberapa Distribution Center (DC) yang tersebar di Surabaya, Banyuwangi, Semarang dan Makassar.

Hal antisipatif lainnya juga terus dilakukan Perusahaan dengan meningkatkan sistem monitoring stok melalui aplikasi Distribution Planning Control System (DPCS).

“Langkah pengamanan distribusi pupuk bersubsidi secara kontinyu juga dilakukan melalui koordinasi dengan Distributor, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), pemerintah daerah setempat, serta membentuk tim posko pengamanan musim tanam yang siap sedia 1×24 jam,” terang Deny.

Deny juga mengimbau petani, jika terdapat penyelewengan di lapangan terkait penyaluran pupuk bersubsidi, masyarakat dapat melaporkan hal ini ke KP3 di daerah tersebut.

“Kami berharap dengan komitmen bersama antara Pupuk Kaltim dengan Pemerintah, distributor, kios dan petani, dapat bersinergi dengan baik untuk mengutamakan kepentingan dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah distribusi kami,” terang Deny.

Deny juga mengingatkan bahwa Perusahaan akan menindak tegas distributor atau penyalur pupuk bersubsidi yang terbukti melakukan pelanggaran atau penyimpangan.

Sebab pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan yang keberadaannya sangat penting dan dibutuhkan oleh petani, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(gabby)

Categories: Manado, Pemerintahan, Sulut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s