Ekonomi & Bisnis

Oleh SWI, OJK SulutGoMalut : Masyarakat Perlu Waspada Investasi Ilegal

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan SulutGoMalut Slamet Wibowo

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Semakin maraknya investasi yang mengimingkan hasil yang besar, membuat Otoritas Jasa dan Keuangan mengimbau kepada masyarakat agar dapat waspada dan berhati-hati lagi dalam berinvestasi.

Masyarakat juga diharapkan untuk tidak tergiur dengan imbal hasil yang besar, namun demikian ujung-ujungnya mengalami kerugian. Hal ini pun mengacu telah dibekukannya 105 fintech ilegal serta 99 kegiatan usaha tanpa izin oleh Satgas Waspada Investasi (SWI).

“Sebagai OJK di daerah, kami meneruskan apa yang disampaikan satgas di pusat. Kita di daerah diingatkan ada lembaga-lembag atau institusi yang memang sudah ditentukan dalam hasil rapat SWI masuk kategori ilegal. Oleh karena itu, kami di daerah juga meneruskan informasi itu sebagai bentuk tanggung jawab kami. Juga sebagai edukasi supaya masyarakat dapat memahami dengan baik dan harus diwaspadai,” ungkap Kepala Kantor Otoritas Jasa dan Keuangan SulutGoMalut kepada Sulut News TV, Selasa(21/7).

Seharusnya, masyarakat pun jangan gampang dan mudah terkecoh dengan penawaran investasi. Dan jika sistemnya sudah terkait dengan investasi, tentunya harus ada izin dari OJK.

“Demikian juga dengan tawaran yang lain. Jangan sampai karena tertarik dengan imbal hasil, langsung tertarik. Perlu dipahami juga, kalau jualan, harus ada barangnya. Kalau tidak ada produknya, tentu harus dipertanyakan. Dan apabila masyarakat ragu, silahkan datang ke OJK untuk bertanya langsung,” sebutnya.

Dengan harapan, masyarakat tidak ada yang menjadi korban.

“Mengharapkan untung yang besar, namun ujung-ujungnya adalah kerugian,” katanya.

Diketahui, salah satu kegiatan usaha yang telah dibekukan oleh Satgas Waspada Investasi adalah PT. Future View Tech (VTUbe) yang sedang marak di Sulut.

Perusahaan tersebut diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Dalam rilis yang dikeluarkan SWI disebutkan, VTube adalah investasi uang tanpa izin dengan menawarkan keuntungan dari Rp200 ribu hingga Rp70 juta hanya dengan mengklik iklan.

Kepala Bagian Pengawasan Edukasi Perlindungan Konsumen, Industri Keuangan Non Bank dan Pasar Modal, OJK Sulutgomalut, Ahmad Husain menjelaskan jika SWI mengeluarkan rilis, maka hal tersebut pasti sudah dibahas sebelumnya.

“SWI sendiri terdiri dari 11 lembaga, yang didalamnya ada OJK, Polri, Kejaksaan Agung, Bank Indonesia, PPATK, BKPM, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Agama, Kemenristekdikti, Kemendagri dan Kominfo. Jadi rilis yang dikeluarkan oleh SWI sudah berdasarkan koordinasi dengan semua lembaga yang berada didalamnya,” jelasnya.

Lagi, dia menyebutkan terkait perizinan, VTube sendiri belum lengkap, sehingga kegiatan operasionalnya telah dibekukan oleh SWI.

“Ya, mungkin saja sudah memiliki izin untuk website dan penayangan iklan. Namun untuk jenis usahanya sendiri, kan belum. Dan harus diingat, jika sudah menyangkut pengumpulan dana dari masyarakat termasuk investasi yang menjanjikan keuntungan, maka harus ada izin dari OJK,” tambahnya menjelaskan.

Ahmad mengatakan, VTube memang awalnya gratis. Namun hasil yang didapat sangat kecil. Dan jika ingin mendapatkan keuntungan yang besar, anggotanya harus membeli paket. Harga paketnya bervariasi, tergantung dari besarnya imbal hasil yang diperoleh.

“Nah, jelas di sini mereka sudah menjalankan usaha investasi, karena sudah mengumpulkan dana dengan menjanjikan imbal hasil. Dan tentu saja, kegiatan ini sudah masuk dalam ranah OJK. Dan ini bisa berpotensi dapat merugikan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Humas OJK Sulutgomalut Moren Monigir pun mengungkap saat ini, sudah ada masyarakat yang bertanya terkait VTube ini.

“Pada umumnya mereka menanyakan legalitas VTube, apakah sudah memiliki izin atau belum. Kami memang mengharapkan masyarakat yang belum mengerti untuk mencari tahu lebih dulu sebelum berinvestasi agar tidak terkecoh,” katanya.(gabby)

Categories: Ekonomi & Bisnis, Manado

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s