Minahasa

Wartawan Minahasa Desak Kepolisian Usut Tuntas Pembunuhan Jurnalis di Mamuju Sulbar

MINAHASA – Puluhan wartawan Minahasa mendesak kepada aparat Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan terhadap jurnalis kabardaerah.com, Demas Laira, di Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, pada Kamis (20/8) pekan lalu.

Desakan itu disampaikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Persatuan Wartawan Minahasa (Persmin), serta Aliansi Wartawan Minahasa (AWAM) dalam aksi solidaritas yang dilaksanakan di depan Lapangan Sam Ratulangi Tondano dan halaman Polres Minahasa.

Ketua PWI Minahasa Christian Tangkere meminta kepada aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan terhadap jurnalis serta mencari otak pelaku perusakan atau peretas situs website media nasional Tempo.co, yang terjadi belum lama ini.

“Kami minta kepada aparat kepolisian agar secepatnya mengungkap yang menjadi otak pembunuhan terhadap rekan kami jurnalis, Demas Laira di Mamuju, Sulawesi Barat,” ungkap Tangkere yang juga koordinator lapangan (Korlap) dalam orasinya.

Wartawan Minahasa menggelar aksi damai sebagai bentuk solidaritas atas tewasnya salah satu wartawan di Mamuju Sulbar

Ketua Persmin, Kelly Korengkeng juga meminta kepada aparat kepolisian agar mengusut tuntas perusakan atau peretas situs website Tempo.co yang terjadi beberapa waktu lalu. “Ini merupakan bentuk kriminalisasi terhadap media massa. Untuk itu kami mendesak aparat kepolisian mengungkap oknum-oknum yang menjadi dalam perusakan tersebut,” kata jurnalis TVRI ini dalam orasinya.

Ketua AWAM, Jeffry Uno menambahkan bahwa jurnalis saat ini banyak yang menjadi korban kriminalisasi oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab. “Hampir setiap tahun banyak jurnalis yang menjadi korban kekerasan, intimidasi, bahkan menjadi korban pembunuhan. Untuk itu, kami minta kepada aparat kepolisian agar secepatnya mengusut tuntas semua kasus kriminalisasi terhadap jurnalis,” teriak Uno dengan nada lantang dalam orasinya.

Fransiskus Talokon, jurnalis senior berharap tidak ada lagi kriminalisasi terhadap wartawan yang melakukan peliputan, khususnya memberikan informasi kepada publik. “Pers adalah Pilar keempat Demokrasi, dan dilindungi oleh undang-undang,” tegasnya.

Aksi solidaritas ini berjalan aman dan tertib dengan menerapkan protokol kesehatan, serta mendapat pengawalan dari pihak kepolisian Polres Minahasa, mulai dari awal hingga selesai.

Untuk diketahui, jurnalis kabardaerah.com, Demas Laira ditemukan tewas di pinggir jalan Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada Kamis (20/8) lalu, dan terdapat luka tusuk benda tajam di sekujur tubuhnya. (*Red)

Categories: Minahasa, Sulut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s