Ekonomi & Bisnis

OJK Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Sulut, Realisasi Penyaluran Kredit Sebesar Rp261 Miliar

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Kantor Otoritas Jasa dan Keuangan (OJK) wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara terus mendorong Pertumbuhan Ekonomi (PE) Nasional, yang merupakan bagian program pemerintah pusat yakni program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Khusus di Sulut, Kepala Kantor OJK Slamet Wibowo menyebut jumlah realisasi penyaluran kredit yang ditempatkan di empat bank Himbara yakni Mandiri, BRI, BNI dan BTN sudah sebesar Rp261 miliar.

“Saat ini pemerintah memiliki sejumlah program untuk mendorong pemulihan ekonomi, di antaranya adalah penempatan dana pemerintah di Bank Milik Pemerintah, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN, serta subsidi bunga untuk debitur yang terdampak. Dan saat ini, bank milik pemerintah di Sulawesi Utara tersebut telah menyalurkan kredit sebesar Rp261 miliar untuk 2.635 rekening,” jelas Slamet Wibowo kepada sejumlah jurnalis, saat ‘Ngobras’ di RM Nettizen Road Blessing, Senin(24/8).

Disebutkannya, sebagian besar kredit disalurkan untuk debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia juga menjelaskan, subsidi bunga yang diberikan sangat membantu debitur apalagi ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Debitur dengan kredit di bawah Rp500 juta mendapat subsidi bunga 6 persen untuk tiga bulan pertama dan 3 persen untuk tiga bulan berikutnya. Sedangkan debitur dengan kredit di atas Rp500 juta, mendapat subsidi bunga 3 persen untuk tiga bulan pertama dan 2 persen untuk tiga bulan berikutnya,” tambahnya.

Slamet Wibowo didampingi Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Ambrocius Lalopua juga mendoromg agar supaya Industri Jasa Keuangan (IJK) di Sulut dapat segera merelisasikan subsidi bunga tersebut. Yang menurutnya sangat besar manfaatnya.

Sementara itu, terkait restrukturisasi kredit di bumi Nyiur Melambai, dirinya juga menuturkan, untuk perbankan, nasabah yang terdampak sebanyak 45.918 rekening dengan outstanding Rp4,5 triliun.

Kata dia, dari jumlah tersebut, realisasi restrukturisasi sudah diberikan kepada 45.062 debitur dengan nilai 5,073 triliun atau mencapai 98 persen.

Untuk Industri Keuangan Non Bank (IKNB) sendiri, total nasabah yang terdampak sebanyak 99.821 rekening, dengan outstanding Rp3,5 trliun. Realisasi restrukturisasi sudah diberikan kepada 74.043 rekening dengan nilai Rp2,9 triliun. Dan secara total, debitur yang terdampak sebanyak 119.105 rekening, dengan nilai Rp7,9 triliun.

“Jumlah debitur atau rekening yang terdampak Covid-19 memang lebih banyak disektor IKNB dibanding perbankan. Sebagai contoh, untuk kredit satu sepeda motor saja sudah dihitung sebagi satu rekening,” jelasnya sembari menambah OJK dalam hal ini tetap optimis hingga akhir tahun, Industri Keuangan khususnya di Sulut akan terus tumbuh positif.

Diketahui, hadir juga dalam pertemuan tersebut Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dan Pasar Modal OJK SulutGoMalut Ahmad Husein dan Humas OJK Mouren Monigir.(gabby)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s