Sulut

KPU Sulut Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS Dengan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 Dalam Pilkada 2020

Sulut – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS Dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Tahun 2020 di Kawasan Benteng Moraya Tondano, Senin 2/11/2020.

Kegiatan ini diawali sambutan Ketua KPU Sulut Ardiles Mewoh, dengan menyampaikan bahwa ini simulasi pertama di Sulut. “Kami senang bisa dihadiri KPU RI, DKPP RI serta Plt Gubernur Sulut dan Forkopimda Sulut untuk saksikan simulasi. Ini menunjukkan dukungan luar biasa untuk kesuksesan pilkada di Sulut,” kata Mewoh.

Dilanjutkannya bahwa simulasi akan dilakukan di 15 kab/kota denan harapan semakin dekat dengan masyarakat luas. “Pemilihan ini dilaksanakan di masa pandemi. Sehingga ada ketentuan yang harus dipatuhi. Kami ingin dilakukan berulang supaya banyak orang yang tahu bagaimana mekanisme ketika datang ke TPS. Pemilih tak perlu khawatir. Sebab petugas dan peralatan sudah sesuai protap,” jelasnya.

Sambutan KPU RI yang disampaikan oleh ketua Divisi SDM KPU pusat Ilham Saputra menyampaikan ucapan terimakasih untuk semua kontribusi dari pemerintah provinsi sulut dan stakeholder terkait yang bersama-sama berkomitmen mewujudkan pilkada yang sehat, demokratis dan sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku. “Simulasi pemungutan suara di masa pandemi COVID-19 ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana pemungutan suara dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara disiplin. Pemungutan suara pemilihan kepala daerah serentak tersebut menjadi penting untuk disosialisasikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan karena dilaksanakan di masa pandemi COVID-19,” ungkapnya.

Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni memberikan apresiasi kegiatan simulasi ini sebagai bentuk komitmen supaya pilkada lancar, aman damai dan sehat. Artinya terhindar dari covid 19. Pilkada tahun ini adalah pertama dalam keadaan pandemi covid. Ini tantangan bersama karena semua negara juga terdampak tanpa. Namun pilkada tetap berlangsung sebagai komitmen pemerintah dan stakeholder. Ini tugas bersama.

“Simulasi sangat penting dan strategis. Supaya bisa diketahui kekurangan kendala, suasana yang perlu diperbaiki. Kalau semua daerah laksanakan simulasi, ini akan perkaya kita dalam rangka selesaikan persoalan yang terjadi di saat pencoblosan. Mungkin ada persoalan ditemukan, tapi kita tahu bagaimana mengatasinya, Sehingga dari seluruh persoalan yang ada di 15 kab/kota bisa di inventarisir, antisipasi bagaimana mencari solusinya,” ujarnya.

Fatoni melanjutkan bahwa pemprov mendukung sepenuhnya dan akan terus mengikuti perkembangan untuk sukseskan pilkada. Yang perlu jadi perhatian memang di daerah kepulauan soal distribusi logistik, agar tepat waktu. Supaya tak ada yang tertunda pelaksanaannya. “Kami terus berkoordinasi dengan harapan dengan simulasi ini, pilkada Sulut tak hanya lancar dan sehat, tapi bisa berkualitas. Saya mengajak masyarakat yang punya hak pilih untuk datang ke TPS 9 Desember gunakan hak pilih dengan tetap memperhatikan protap. Masa depan daerah memilih pemimpin ada di tangan masyarakat,” tegasnya.

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Alfitra Alam menyampaikan bahwa soal DPT, ia melihat hampir semua pilkada di beberapa tempat masih bermasalah. Jadi ia harap bantuan Gubernur Sulut melalui Dukcapil agar akurasi Dukcapil tertib. Jangan sampai ada warga yang berhak memilih tak bisa memilih, ini hak konstitusi. “Saya minta Ketua KPU dan Bawaslu bahwa DPT dan akurasinya diperhatikan serius. Pesan saya, soal pemilih pemula jumlahnya besar tapi belum memiliki KTP. Saya harap jemput bola di sekolah agar anak SMA itu diberikan hak mereka untuk memilih. Sebab penambahannya cukup signifikan,” katanya.

Berkaitan dengan hak pilih, Alfitra meminta KPU untuk fasilitasi kelompok difabel mulai dari rumah sampai ke TPS, jangan sampai mereka terhambat, Begitu juga tempatnya ia meminta mereka agar diprioritaskan. “Kemudian bagi mereka yang covid yang di rumah sakit, tolong dijemput bola supaya juga mereka bisa memilih. Terkait penerapan protap covid, jangan segan menindak pelanggaran covid. Ini yang paling diingatkan presiden bahwa pencegahan jauh lebih penting. Kuncinya koordinasi, Jangan sampai ada surat dari Bawaslu keluar,” tegasnya.

Sementara Bupati Minahasa Royke Roring memberikan apresiasi kepada KPU Sulut yang memilih Tondano Kabupaten Minahasa sebagai tempat pelaksanaan Simulasi, dengan harapan seluruh TPS di Minahasa akan berlangsung dengan baik sebagaimana dengan simulasi yang sudah dilakukan terutama penerapan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid 19. “Mari pada tanggal 9 desember nanti dengan menggunakan protokol kesehatan, semoga pilkada di minahasa menjadi pilkada yang berkualitas akan berlangsung dengan aman damai dan sehat,” singkat Bupati yang didampingi Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan turut dihadiri Kapolda Sulut Irjenpol Panca Putra Simanjuntak M.Si, Kejati Sulut Andi Muh. Iqbal Arief, SH. MH, Ketua Bawaslu Provinsi Sulut Herwin Malonda, Komisioner KPU Sulut, Jajaran pemerintah Kabupaten Minahasa, KPU dan bawaslu Minahasa serta tamu dan undangan. (Red*/Kelly)

Categories: Sulut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s