Manado

Politeknik Manado, Bina Pemandu Agrowisata Di Desa Pangu

SULUTNEWSTV.com, MITRA – Upaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, Tim Pengabdi Politeknik Negeri Manado dalam program kemitraan ke masyarakat memberikan pembinaan bagi pemandu agrowisata di Desa Pangu, Kabupaten Minahasa.

Pembinaan yang dimaksudkan berupa pelatihan berbicara menggunakan bahasa inggris.

Ketua Tim Pengabdi Drs Agustinus Lumettu, MAP mengatakan, potensi agrowisata yang ada di desa Pangu sangat besar. Namun, masih terkendala kepada SDM yang dalam hal ini belum terlalu fasih penggunaan bahasa inggris.

“Ini penting. Sebab jika ada wisatawan yang datang dan ingin tahu banyak terkait agrowisata ini, masyarakat tidak bisa menjelaskan,” kata Lumettu.

Menurutnya, potensi pertanian yang dilirik oleh pemerintah ini adalah perkebunan Salak di desa Pangu, Ratahan, Mitra. Terdapat sekitar 500 ha perkebunaan salak yang telah digalakkan oleh pemerintah.

“Bahkan, selain salak ada berbagai macam buah yang dihasilkan dari perkebunan desa ini seperti langsa, mangis, rambutan, durian, nanas, cengkih, pala, kelapa, dan sayur mayur yang menjadikan desa ini sebagai desa agrowisata,” sebutnya.

Pengembangan agrowisata sangat bermanfaat dalam melestarikan sumber sumber daya alam, melestarikan teknologi lokal dan meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat di sekitar lokasi agrowisata.

“Iya. Potensi ini juga didukung dengan keadaan alam desa Pangu dan udara yang sejuk dan pemandangan pegunungan yang memberikan nilai tambah sebagai tempat berwisata, namun belum semua masyarakat desa pangu sadar wisata, hal ini menyebabkan masih banyak hal yang harus disesuaikan dengan kebijakan pemerintah dalam bidang pariwisata,” tambahnya menjelaskan.

Itulah sebabnya, Lumetta menambahkan pentingnya pelatihan kepada masyarakat akan sadar wisata.

“Salah satu contoh  adalah, masih ada masyarakat yang tidak mau menanam pekarangannya dengan pohon salak, padahal pemerintah mewajibkan setiap pekarangan rumah warga ditanami pohon salak, karena salak adalah icon desa pangu,” tuturnya.

Dia pun meminta agar masyarakat jangan pula beranggapan Bahasa Inggris hanya digunakan pada saat disekolah, oleh Siswa/Siswi, Mahasiswa, Orang muda dan masyarakat kota.

“Untuk itulah tujuan kami memberikan pengabdian ini supaya mereka dapat belajar dan menggunakan sehari-hari,” bebernya.

Diketahui, untuk meningkatkan pengetahuan dasar bahasa Inggris Umum dan pengenalan Bahasa Inggris untuk pemandu agrowisata, tim pengabdi telah memberikan pelatihan selama lebih 3 bulan yang dimulai pada bulan Juli 2020 hingga September 2020.

Masyarakat calon pemandu agro wisata yang mengikuti pelatihan terdiri dari 15 orang yang mengikuti pembelajaran baik daring maupun luring. Mereka terdiri dari pegawai kantor, guru, mahasiswa dan masyarakat umum.

Selain ketua Pengabdi, ada juga anggota Dr. Bernadain D. Polii,S.Pd.M.Pd dan Silvana Wewengkang, SE.M.Si.(gabby)

Categories: Manado, Minahasa Tenggara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s