Bolmong Raya

Tanob Molobog Peroleh Bantuan Uppo Lewat Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut

SulutNewsTV.Com, Bolmong – Kelompok Tanob Molobog desa Dumoga Kecamatan Dumoga Timur Kabupaten Bolaang Mongondow, peroleh bantuan program Unit Pengolahan Pupuk Organik(UPPO) lewat Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut.

Ketua kelompok Tanob Molobog Max Laode SH saat bersua dengan awak Media SulutNewstv.com di kediamanya, menyampaikan bahwa Program Uppo yang di berikan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut tahun 2020 melalui kelompok Tanob Molobog Desa Dumoga sangat bermanfaat bagi masyarakat, serta berpotensi jika di kelolah dengan sebaik mungkin.

“Bantuan Program Uppo dengan Anggaran RP 200 juta untuk kelompok Tanob Molobog desa Dumoga di pergunakan untuk pembelanjaan delapan ekor sapi, roda tiga, mesin pencacar rumput, pembangunan rumah kelompok dan pembuatan kandang sapi, semua ini sudah terpenuhi,” jelasnya.

Ketua kelompok Tanob Molobog Max Laode

Program ini, menurut Max mantan birokrat pegawai pengadilan yang saat ini sudah terjun sebagai petani, dari sisi positifnya program Uppo ini sangat baik dan dapat membantu petani dalam proses pembuatan pupuk organik,karena keterbatasannya pupuk on organik yang teralokasi ke petani,sehingga di harapkan petani dapat mengunakan pupuk organik.


“Program UPPO ini sangat menunjang bagi kelompok tani, hanya saja masyarakat kurang memahami, yang ada dalam pikiran masyarakat ketika ada bantuan Pemerintah harus cash and cery maunya seperti itu, sementara bantuan ini tidak seperti itu melainkan harus di proses agar bisa di pelihara dengan baik hingga dapat menghasilkan pupuk organik untuk kebutuhan bagi petani,” ketus Max

Sarana dan prasarana ini prosesnya mulai dari pemeliharaan, kotoran dan kencingnya itu di tampung kemudian di cetak dan di kemas di jadikan pupuk organik dan pupuk itu di manfaatkan oleh kelompok untuk pengembangan Agrobisnis.

“Agrobisnis pertama’ untuk percetakan pupuk organik,kalaupun pupuk itu tak habis di pakai oleh petani,dapat di tampung dan bila ada yang membutuhkan,Dinas Pertanian dapat merekomendasikan ke kelompok yang memiliki ketersediaan pupuk,” urainya.

Lanjut Max, untuk mengembangkan program ini,kita harus butuh suadayah dari anggota kelompok, sebab ternak sapi ini tidak seperti sapi sapi yang di ikat bebas melainkan harus di kandang dan anggota kelompok harus berperan aktif dalam menjaga dan merawatnya hingga dapat berkembang sebab untuk pemeliharaan dan perawatan dari pada ternak sapi ini, tidak ada biaya dari Pemerintah,untuk itu perlu ada suadaya dari kelompok. Bagi Anggota kelompok yang tidak berperan aktif dalam menjaga dan merawat ternak sapi ini,dengan sendirinya dapat gugur sebagai Anggota kelompok Tanob Molobog,” tutup Max selaku ketua kelompok. (red/*Arm).

Categories: Bolmong Raya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s