Ekonomi & Bisnis

Pekerja di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dilindungi BPJamsostek

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Komitmen untuk terus memberikan pelayanan dalam hal memberikan perlindungan terhadap pekerja non formal dan informal terus dilakukan BPJamsostek.

Hal tersebut, ditandai dengan dilakukannya MoU antara BPJamsostek Cabang Manado bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sangihe dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan BPJS Ketenagakerjaan terkait perlindungan program BPJamsostek bagi pekerja formal dan informal di Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun 2021, di Hotel Four Point Manado, Senin(8/3).

Kepala BPJamsostek cabang Manado Hendrayanto mengungkap rasa apresiasinua terhadap pemkab Sangihe yang telah mengklaim sekira 5300 pekerja.

“Saya memberikan apresiasi karena sekitar 5300 pekerja sudah terdaftar peserta BPJamsostek. Dan di tahun ini ada upaya baru yang kami akan jalankan. Yakni inovasi berupa perlindungan pekerja BPU khususnya Nelayan dan Petani. Dimana nanti, Pemkab Sangihe masuk nominasi dan akan dilombakan dalam Paritlana,” ungkap Hendrayanto sembari mengucap terimakasih kepada Pemkab Sangihe, yang koordinasinya sangat lancar, dan penuh antusias memberi dukungan untuk melindungi pekerja-pekerjanya, baik informal dan nonformal, serta kepada pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Senada, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan wilayah Sulawesi Maluku Arief Budianto berharap semoga program ini mencakup seluruh pekerja.

“Gunanya agar para pekerja baik informal dan nonformal dapat meningkatkan produktifitas dalam bekerja,” tutur Arief.

Dirinya juga mengungkap, saat ini untuk kabupaten Sangihe, BPJamsostek sendiri sudah mengklaim 7 orang.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana mengucapkan syukur atas kerjasama dengan pihak BPJamsostek, sudah bisa ditindaklanjuti.

“Syukur kerjasama pelayanan antara pemda dengan Bpjamsostek ditindak lanjuti dan dilakukan MoU, dimana pelayanan kita kepada masyarakat kab sangihe, berkomitmen memberkkan jaminan kepada setiap orang baik informal dan nonformal. Betapa pentingnya ini, dan semoga semua bisa di cover program bpjstk,” ungkap Bupati.

Menurutnya, yang menjadi perhatian adalah resiko. Dimana, menurutnya resiko dapat meresahkan pekerja informal.

“Apalagi yang dijamini adalah kepala rumah tangga. Ketika terjadi resiko terhadapnya, kemungkinan anggota keluarganya sudah tiak ada pemasukkan atau pendapatan dan bisa jatuh miskin. Ini yang menjadi perhatian kami. Sehingga, untuk itulah kami lakukan kerjasama dengan BPJamsostek,” jelasnya.

Selanjutnya, Jabes menyebut metode lain, yakni akan melakukan pendekatan kepada organisasi nelayan maupun petani.

“Ini bisa jadi media untuk memfasilitasi kebutuhan. Nanti ketika terjadi apa-apa hal yang tidak diinginkan, keluarga dapat merasakan manfaatnya,” katanya.(gabby)

Categories: Ekonomi & Bisnis, Manado

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s