Minahasa

Pemkab Minahasa Refokusing 57 Miliar Untuk Kegiatan Bidang Kesehatan Vaksinasi Covid-19

MINAHASA, SULUTNEWSTV.COM – Dalam rangka proses pelaksanaan prioritas kegiatan bidang kesehatan vaksinasi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Minahasa merefokusing anggaran sebesar 57 Miliar.

Selai itu, menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Minahasa Drs Donald Wagey MBA, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Minahasa Tahun Anggaran (TA) 2021, berkurang Rp 23 Miliar dari Pemerintah Pusat.

Hal ini diungkap Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Minahasa Drs Donald Wagey MBA, kepada, Kamis (25/03) pagi. Menurutnya, anggaran-anggaran yang terpotong dan harus refokusing tersebut berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Insentif Daerah (DID).

“Setelah menetapkan APBD Minahasa 2021, kita mengalami pemotongan DAU dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 21 Miliar dan DAK Rp 2 Miliar, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 17 tahun 2021, dimana dana tersebut sudah tidak lagi ditransfer Pemerintah Pusat ke kas daerah, atau dengan kata lain sudah dipotong terlebih dahulu. Jadi, sebelumnya, DAU sebesar Rp 635 Miliar, kini tinggal Rp 614 Miliar,” kata Wagey.

Lanjut kata dia, selain pemotongan langsung dari Pemerintah Pusat, Pemkab Minahasa juga harus melakukan refocusing anggaran sesuai Surat Edaran Menteri Keuangan nomor 2 tahun 2021, dari anggaran DAU Rp 614 Miliar yang ada, sebesar 8 persen.

“Dari Rp 614 M dana DAU, kita juga harus melakukan refokusing anggaran pada pos lain seperti, DBH sebesar Rp 24 M di refocusing sebesar 8 persen. Selain itu, untuk DID sebesar Rp 17 direfokusing sebesar 30 persen. Jadi bila ditotal, yang direfocusing sebesar Rp 57 Miliar, dimana dana dari refokusing tersebut untuk bidang kesehatan pengadaan vaksinasi COVID-19,” terang Wagey.

Untuk menutupi kekurangan anggaran pada pos yang urgent dilakukan Pemkab Minahasa, sejumlah kegiatan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pun wajib dipangkas 50 persen, meliputi belanja modal, tunjangan kerja daerah, ATK, perjalanan dinas dan tunjangan makan minum. “Meski begitu, untuk anggaran TKD dan gaji THL tidak mengalami refokusing, yang artinya semua tetap dibayarkan,” pungkasnya.(CH)

Categories: Minahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s