Ekonomi & Bisnis

TP2DD Kota Manado di Kukuhkan, Walikota : Dinosaurus Punah Karena Tidak Bisa Beradaptasi

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Walikota Andrei Angouw mengukuhkan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) kota Manado di Kantor Bank Indonesia Sulut, Kamis(17/6).

“Dinosaurus itu punah karena dia tidak bisa beradaptasi dengan perubahan. Perubahan menuntut semua mahluk hidup beradaptasi. Demikian pula layanan pemerintah di bidang pengelolaan keuangan. Kita bermula akan menerapkan pelayanan transaksi non tunai. Pengeluaran maupun penerimaan. Secepatnya kita jalankan,” tutur Andrei Angouw.

Dikatakannya pula, langkah untuk percepatan elektronifikasi dan digitalisasi itu dimulai dari pembayaran kepada pihak ketiga. Baik tagihan, retribusi, penerimaan, akan di nontunaikan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Bank Sulut Gorontalo (BSG) yang mengelola keuangan Pemkot Manado tentang virtual account (VA). Nantinya, semua wajib pajak di Manado akan diberi VA. Sehingga mereka bisa langsung menyetor secara non-tunai via VA. Supaya rekapan pendapatan kita mudah dan tidak repot verifikasi, wajib pajak mana yang membayar,” jelasnya sembari menambah dengan demikian, PAD akan naik.

“Nanti hasil dari PAD itu, akan kita kembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan fasilitas publik. Semua untuk kesejahteraan masyarakat kota Manado,” ujarnya didampingi Wakil Walikota Manado dr Richard Sualang.

Ditempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Arbonas Hutabarat mengungkapkan, TP2DD akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah.

“Transaksi elektronik berbasis digital memberikan efisiensi, kemudahan dan peningkatan pendapatan,” ujar Arbonas.
Elektronifikasi dan digitalisasi bertujuan memperkuat efektivitas dan efisiensi  pengelolaan keuangan negara yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi di pusat dan daerah.

Selain itu, meningkatkan kualitas pelayanan publik, baik kecepatan transaksi keuangan, dan transparansi, serta mencegah kebocoran pelayanan publik.
Tujuan lainnya, mempercepat integrasi ekonomi dan keuangan digital.

Pendataan dan pelaksanaan elektronifikasi dan digitalisasu akan   mendorong berbagai Program pemerintah seperti Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Program Bantuan Sosial (Bansos), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Tujuan akhirnya, sehingga mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, seimbang, inklusif dan berkelanjutan,” kata Arbonas.

Ditambahkannya, dengan tren tersebut pada tahun 2025 diharapkan ekosistem ekonomi dan keuangan dgital dapat berjalan.

Sistem itu nantinya mengingegrasikan  pemda, industri, UMKM, pasar, pariwisata, transportasi, masyarakat, petani, nelayan dengan Sistem Pembayaran.
Sistem ini secara nasional akan membawa 91,3 juta penduduk unbanked dan 62,9 juta UMKM ke dalam ekonomi dan keuangan formal secara sustainable melalui pemanfaatan digital.(gabby)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s