Minahasa

Pemilihan Hukum Tua Serentak di Minahasa Batal Digelar

Minahasa – Mengikuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Serentak Tahap III di Kabupaten Minahasa yang sebelumnya direncanakan dihelat tahun ini, batal dilaksanakan atau ditunda.

Hal ini disampaikan Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi dan Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Minahasa Dr Denny Mangala MSi, Rabu (11/08).

Menurutnya, penundaan pelaksanaan Pilhut Serentak di Minahasa ini menyusul adanya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 141/4251/SJ, tertanggal 9 Agustus 2021, perihal Penundaan Pelaksanaan Pilkades Serentak dan Pemilihan Antar Waktu pada masa Pandemi COVID-19.

“Tahapan Pilhut Serentak di Minahasa sebetulnya sudah rencanakan pelaksanaannya tahun ini, atau tepatnya dimulai akhir Agustus ini. Bahkan, persiapannya sudah dimatangkan oleh panitia tingkat Kabupaten baru-baru ini. Hanya saja, usai dimatangkan, keluar Surat Edaran Mendagri yang mana pelaksanaan Pilhut Serentak dan Pergantian Antar Waktu bahwa harus ditunda. Tentunya, Pemkab Minahasa sebagai bagian dari NKRI harus mematuhi dan menindaklanjuti petunjuk Pemerintah Pusat tersebut,” kata Mangala.

Mangala menyebut, kondisi pandemi COVID-19 yang masih terus mengalami peningkatan di Indonesia, sehingga Pemerintah Pusat mengambil kebijakan Penundaan Pilhut Serentak tersebut. Namun demikian menurutnya, para Penjabat Kumtua dan Pelaksana Tugas atau Plt Kumtua, akan dievaluasi.

“Kumtua yang berstatus Penjabat dan Plt akan dievaluasi. Dimana, yang tidak mampu menjalankan amanat ketentuan, terutama dalam penerapan aturan aturan Protokol Kesehatan di Desa, serta pengelolaan Keuangan Desa yang tidak tertib dan akuntabel serta pelayanan kepada masyarakat yang banyak keluhan, tentu akan dipertimbangkan untuk diperpanjang dan pasti akan dievaluasi,” tandasnya.

“Karena itu, pak Bupati dan Wakil Bupati berharap, penundaan Pilhut ini kiranya akan memacu para Penjabat dan Plt Kuntua untuk meningkatkan semangat melayani dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan Desa. Kami berharap juga agar masyarakat dapat memahami kebijakan ini, karena kebijakan ini semata mata bentuk upaya bersama dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19, sehingga apa yg sudah diputuskan ini dapat diterima dengan baik oleh semua komponen masyarakat di Desa,” pungkas Mangala. (CT)

Categories: Minahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s