Manado

Sakuranya Indonesia Akan Di Tanam di Manado, Begini Penjelasan Kadis DLH Franky Porawouw

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Penataan Kota yang biasa disebut dengan ‘Kota Tinutuan’ ini, benar-benar diseriusi Pemerintah Kota Manado dibawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota dr Richard Sualang.

Pembenahan demi pembenahan terus dilakukan secara bertahap.
Mulai dari penangangan sampah, penanganan banjir, penataan Taman Kesatuan Bangsa (TKB), hingga ke pelayanan kepada masyarakat, bahkan sampai ke penghijauan kota dengan melakukan peremajaan pohon.

Seperti yang dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, Franky Porawouw, saat ditemui diruangannya mengatakan untuk penghijauan Kota, Pemkot Manado akan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi untuk melakukan penanaman pohon Tabebuya, Sakura-nya Indonesia.

“Rencananya kami akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi untuk melakukan penanaman 500 bibit pohon Tabebuya. Nanti akan ditanam dibeberapa tempat. Seperti di TKB, pinggiran jalan. Rencananya dari arah Bandara Sampai ke Malalayang, dan juga dari Winangun – Pandu. Nanti kita akan tata,” jelas Franky.

Dia bilang, sebagai percontohan saat ini sebanyak 15 pohon Tabebuya berjenis warna sudah ditanam di Taman Berkat. Dan pohon jenin ini nanti akan menunjukkan keindahan daunnya ketika berusia sekitar dua tahun setelah ditanam.

“Sudah dianggarkan di APBDP dan APBD sebanyak 500 bibit di distributor di Surabaya dan Magelang. Dan warna yang saya pesan kali ini berwarna merah,” sebutnya.

Dirinya juga menyampaikan, sesuai hasil study di Surabaya, Jenis Pohon ini sangat cocok ditanam ditepian jalan karena tidak mengganggu dan merosak trotoar.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan para lurah dan kepala lingkungan dimana rencananya nanti pohon ini akan ditanam. Supaya nanti pohon ini bisa subur dan terawat. Dan diharapkan mereka dapat bekerjasama menjaga pohon ini dari oknum-oknum yang dengan sengaja merusak tanaman ini,” katanya.

Lanjut kata dia, pihaknya akan menyurat ke camat dan lurah agar setiap rumah menyediakan satu lubang sebagai tempat menanam. Hal itu dilakukan karena sebagian besar badan bangunan sudah masuk ke badan trotoar dan tidak menyisakan lahan tanam.

“Pohon ini bisa bertahan kurang lebih 20 tahun. Dan saya yakin, kehadiran pohon ini akan menambah cantik kota ini dan menarik wisatawan seperti yang sudah terjadi di Kota Surabaya,” tandasnya.(gabby)

Categories: Manado

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s