Minahasa Selatan

Kumtua Poigar II Pertanyakan Profesionalitas Oknum LSM dan Wartawan

Minsel, Sulutnewstv.com – Hukum Tua Desa Poigar II, Kecamatan Sinonsayang, menyayangkan sikap profesionalisme oknum wartawan dan LSM.

“Seharusnya wartawan dan LSM dalam melakukan peliputan memahami kode etik, kemudian aturan sebagai seorang jurnalis dan LSM. Pernyataan tersebut disampaikan hukum tua desa Poigar II, Joudi Lengkong,” Kepada awak media, Senin (13/9).

Lengkong pun, menuturkan kronologis kejadiannya,  pada Selasa, 7 September  sekitar pukul 17 : 00 wita, rumahnya didatangi sejumlah wartawan dan LSM.

Tanpa memperkenalkan diri terlebih dulu, mereka langsung melayangkan sejumlah pertanyaan, seputar realisasi dana desa, yang pengelolaannya sementara berlangsung.

Merasa gelagat mereka sangat berlebihan, pertanyaan yang di layangkan wartawan dan LSM tersebut, Lengkong pun, enggang untuk menjawabnya.

Alasan Lengkong, pada saat itu, pribadinya sedang merasa terintimidasi.

“Masakan wartawan dan LSM, mau konfirmasi berita cara dan etikanya demikian. Seakan kita so terpidana, kemudian cara mereka bagaikan petugas yang melakukan introgasi,” protes Lengkong.

Hal senada juga di sampaikan isteri hukum tua, Fera Koanggong, yang pada saat itu merasa kesal melihat cara dan sikap mereka memperlakukan suaminya. 

” Memangnya, wartawan musti bagitu dia pe cara,  kalu mo ba cari berita,” ketusnya kesal.

Sementara menurut Lengkong, kalau mau melakukan peliputan atau konfirmasi, baiknya dikantor bukan di rumah. “Di kantor kami siap melayani siapa saja, termasuk wartawan dan LSM,” tuturnya.

Mirisnya lagi, di sela melakukan konfirasi, kepada hukum tua, oknum wartawan minta jata,  (informasi berita berbayar) namun hal tersebut, tidak diiakan Lengkong.

Alasannya, untuk hal tersebut sudah ada yang mengcover. Kemudian anggarannya sudah di realisasi. Sehingga tidak lagi tersedia dana untuk hal tersebut.

Merasa tiidak puas, merekapun menuju kantor hukum tua, yang pada saat itu, meski sudah jam pulang kantor, akan tetapi, sejumlah aparat belum beranjak pulang, di karenakan masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan.

Kepada sekretaris desa, kembali mereka mempertanyakan hal yang sama. Di antaranya, papan nama proyek, yang belum terpasang.

Pihak sekretaris desa, Kevin Ngau, dalam jawabannya menjelaskan, kalau papan nama tersebut sudah ada, nanti di pasang besok hari.

“Kan saat itu somo malam, so nda baku Riki, jadi kita bilang nanti pasang besok, Rabu, ” (8/9/21) tutur  Ngau.

Merasa tidak puas dengan jawaban Ngau, mereka pun menyampaikan kalau hal tersebut bakal di beritakan.

Sementara, pihak wartawan, yang di wakili, Demsi ketika di konfirmasi pada Jumat, (10/9/21) terkait dengan permasalahan tersebut, membantah.

“Torang nyanda bagitue, tanya jo pa Tamang laeng, “ucapnya dengan logat. Sembari bertanya, sapa da bilang itu !! 

“Ngana baca jo ini berita,  kita mo kase nae, ” mengcounter balik kepada awak media, ketika melakukan klarifikasi.

Pada hal, untuk papan proyek sudah di pasang/tayang sejak Rabu, September. Selanjutnya pemberitaan nanti di tayang pada Senin, 13 September. (Christian)

Categories: Minahasa Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s