Minahasa

Pemkab Minahasa Gelar Rapat Evaluasi dan Pelaporan Sustaineble Development Goals

Minahasa – Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) menggelar Rapat Evaluasi dan Pelaporan Sustaineble Development Goals (SDG), Selasa (2/11/2021) bertempat di Gedung BPU Tondano.

Kepala Bapelitbangda Philip Gerarld Siwi, SE menyampaikan, Pencapaian TPB/SDGS dikabupaten Minahasa Meliputi, Pengentasan Kemiskinan Masyarakat, Penanggulangan Kelaparan bagi semua orang, Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Penurunan Angka Kematian Balita, Pencegahan Penyakit Menular, Penguatan Pelayanan KB, Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan, Pendidikan untuk Semua: Wajib Belajar Pendidikan Dasar 12 tahun, Penguatan Kelembagaan PPPA dan P2TP2A, Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dalam Pengambilan Keputusan, Penyediaan Layanan Air Minum Layak, Pengelolaan Limbah Cair Ramah Lingkungan dan Aman, Ketersediaan Listrik bagi Masyarakat, Peningkatan Lapangan Kerja bagi kelompok usia kerja, KIE Layanan Perbankan dan Lembaga Keuangan, Peningkatan Kualitas Anggota Legislatif Perempuan, Peningkatan Kualitas Perempuan dalam Pengambilan Keputusan, dan Peningkatan Kualitas Anggota Legislatif Perempuan.

“Dalam TPB/SDGs diklasifikasikan menjadi empat Pilar Pembangunan yang meliputi Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi, Pilar Pembangunan Lingkungan dan Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola,” ungkap,” Siwi.

Dilanjutkannya, tantangan utama untuk pencapaian target-target pada setiap tujuan di dalam Pilar Pembangunan Sosial yakni mendorong ketersediaan data pencapaian yang valid untuk setiap indikator. Pada sisi yang lain, upaya menumbuhkan inovasi dalam penyusunan program dan kegiatan baik dari sektor pemerintah maupun non pemerintah juga menjadi tantangan tersendiri. Meningkatkan kolaborasi lintas sektor juga menjadi salah satu tantangan besar untuk mempercepat pencapaian target di Pilar Pembangunan Sosial.

Di tengah tekanan eksternal yang melanda perekonomian global maupun nasional, Kabupaten Minahasa juga menghadapi tantangan dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Meskipun pertumbuhan ekonomi Kabupaten Minahasa terus menunjukan angka yang membaik, namun terjadi kecenderungan penurunan pertumbuhan PDRB. Situasi ini perlu mendapat perhatian khusus karena implikasi pertumbuhan PDRB terhadap penyerapan tenaga kerja, kesejahteraan, dan pendapatan daerah.

“Dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas diperlukan ikhtiar menyeimbangkan antara mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi dengan memperkecil jurang ketimpangan. Tantangan utama yang dihadapi dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas antara lain menumbuhkan ekosistem investasi yang ramah dan kondusif,” ungkapnya.

Siwi menambahkan, tantangan dalam Pilar Pembangunan Lingkungan dapat dikelompokan ke dalam tiga tantangan utama. Pertama, terkait terbatasnya ketersediaan data indikator untuk pemantauan, evaluasi dan pelaporan tujuan-tujuan pada Pilar tersebut. Permasalahan ini perlu menjadi perhatian terutama untuk memastikan pemantauan dan evaluasi dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kedua, kesesuaian antara Indikator RPJMD, Renstra, RAD TPB/SDGs dan RKPD/APBD perlu diperhatikan.

Saat ini, indikator pada Pilar Pembangunan Lingkungan yang tercantum di dalam RAD TPB/SDGs masih didominasi indikator yang tidak tercantum di dalam dokumen RPJMD dan Renstra. Hal ini menyebabkan sulitnya mengidentifikasi kegiatan pemerintah yang secara langsung dapat berdampak mendukung pencapaian tujuan TPB/SDGs. Perlu usaha-usaha pengarusutamaan yang lebih intensif lagi agar percepatan pencapaian target TPB/SDGs dapat diraih.

“Selanjutnya, tekanan terhadap kualitas lingkungan Kabupaten Minahasa (air, udara dan tanah) yang semakin meningkat. Percepatan pembangunan yang memperhatikan pertumbuhan ekonomi juga perlu memperhatikan kualitas lingkungan di dalamnya. Keselarasan Ekosistem Lautan dan Ekosistem Daratan dengan manusia dan segala hasil pembangunannya juga perlu diperhatikan. Perlu disadari oleh semua pihak, Kabupaten Minahasa juga memiliki keanekaragaman hayati yang perlu dijaga. Saat ini, masalah Ekosistem Lautan dan Ekosistem Daratan belum mendapatkan porsi perhatian yang memadai,” tutup Kaban Siwi.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ir. Wenny Talumewo dengan menghadirkan nara sumber, Valentino Lumowa dan Drs Boaz Wilar dan di ikuti, kepala Kepala OPD Camat dan instansi terkait. (CT)

Categories: Minahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s