Minahasa

Pengusaha Sarang Burung Walet di Minahasa “Bandel Setor Pajak

Minahasa – Pengusaha Sarang Burung Walet hingga tahun 2021 ini, masih “bandel” dalam menunaikan kewajibannya dalam membayar pajak. Puluhan sarang burung walet yang bermarkas di wilayah Kabupaten Minahasa ternyata tak semua memberi kontribusi untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tak tanggung-tanggung, dari 53 usaha burung walet yang telah teridentifikasi, hanya 6 yang menyetorkan pajak.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD Minahasa dengan SKPD terkait, Selasa (16/11).

“Bayangkan, dari 53 usaha burung walet, hanya enam yang menyetor pajak ke daerah. Total pajak yang disetor selama setahun hanya Rp. 21 juta saja. Sarang burung walet ini, ada yang sudah beroperasi sekira 15 tahun. Tidak ada kontribusi sama sekali,” ungkap Ketua Komisi III Dharma Palar, didampingi anggota DPRD James Rawung, Imanuel Manus, Natalia Rompas, Lucia Taroreh dan Debora Sumolang.

Menurut Dharma, dalam RDP disolusikan pada 2022 mendatang, agar potensi-potensi pajak ini digali kembali supaya lebih maksimal. “Jangan pihak dinas terkait tidak melakukan jemput bola. Seperti yang disampaikan pengusaha burung walet. Tidak ada pihak dinas yang datang menagih,” tuturnya.

Sementara Kaban Bapenda Minahasa Meitha Aguw, melalui Kabid Pengawasan dan Pelaporan Ferdinand Kapoh, menyampaikan pihaknya sudah melakukan penagihan pajak kepada pengusaha Sarang burung Walet.

“Kami bahkan langsung ke lokasi dimana Sarang burung walet berada, tapi setiap kali kami datang, hanya ada pekerja yang berada di tempat, dengan alasan bahwa pemilik berada di luar kota,” kata Kapoh.

Ditambahkannya, hingga saat ini realisasi PAD untuk Sarang Burung Walet baru mencapai 50 persen. ” Kami menyakini target PAD Sarang burung walet hingga bulan Desember mendatang bisa mencapai 100 persen,” jelasnya.

Dalam RDP ini, para legislatif sempat naik pitam dikarenakan tak ada satupun Camat hadir dalam undangan. Anggota DPRD Imanuel Manus pun meminta untuk kinerja Camat dievaluasi. “Ini kiranya menjadi catatan bapak Bupati untuk mengevaluasi para Camat. Kami sudah menunggu lama, tak ada yang datang. Padahal ini penting, karena Camat paling tau daerahnya apakah ada usaha burung walet atau tidak,” tegas Manus.(CT)

Categories: Minahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s