Minahasa

Banyak Kejanggalan, 6 Ketua Golkar Kelurahan Tolak Hasil Muscam Tondano Barat

Minahasa – Dengan alasan banyak kejanggalan, sebanyak enam Ketua Pengurus Kelurahan Partai Golkar di Kecamatan Tondano Barat, menyatakan menolak hasil Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang dilaksanakan Sabtu 04 Desember 2021, yang dilaksanakan di Summer Eat Cafe Kelurahan Rerewokan.

Penolakan hasil Muscam tersebut tertuang dalam surat pernyataan penolakan yang ditandatangani enam Ketua Kelurahan tersebut masing-masing, Plt Ketua Partai Golkar Kelurahan Roong Denny Walangare, Plt Ketua Partai Golkar Kelurahan Tuutu Michael Palandeng, Plt Ketua Partai Golkar Rinegetan Dian Rey, Plt Ketua Partai Golkar Tounkuramber Micky Hermanus, Plt Ketua Partai Golkar Rerewokan Farry Tewu dan Plt Ketua Partai Golkar Kelurahan Wewelen Teddy Kaloh.

Dalam surat pernyataan tersebut menyebutkan bahwa, ke-enam Ketua Kelurahan ini tidak menerima atau menolak Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Kecamatan Tondano Barat yang diselenggarakan di Summer Eat Cafe Kelurahan Rerewokan Kecamatan Tondano Barat pada tanggal 04 Desember 2021, dengan alasan bahwa banyak kejanggalan dalam pelaksanaan Muscam.

“Kejanggalan kejanggalan tersebut adalah, pada pemegang hak suara. Kemudian penunjukan Pimpinan Sidang yang menurut kami tidak sah, lalu Surat Keputusan Organisasi mendirikan dan didirikan atau empat kino Golkar yang ada, dan unsur kesengajaan memenangkan salah satu calon yang jelas-jelas 70 persen tidak didukung oleh Ketua-ketua Kelurahan,” ujar Ketua Kelurahan Rerewokan Farry Tewu, dalam konferensi pers, Senin (06/12) pagi di D’Cafe Kelurahan Tounkuramber Kecamatan Tondano Barat, yang diaminkan lima Ketua yang lain.

Dengan demikian, kata dia, dasar dari kejanggalan-kejanggalan ini tidak sesuai dengan hasil rapat pada hari Jumat tanggal 03 Desember 2021 yang menghasilkan kesepakatan untuk tidak ada tambahan pemegang hak suara dari sembilan Ketua Kelurahan, dari DPD dan dari Kecamatan. “Surat Pernyataan ini dibuat tanpa paksaan dari pihak manapun, dan kami memohon ditindak lanjuti oleh DPD I Partai Golkar Sulut sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Deiby Flora Sagay Sagay MBA

Sementara, Deiby Flora Sagay Sagay MBA juga membuat surat pernyataan menolak Muscam Tondano Barat 04 Desember 2021 tersebut. Sebab menurutnya, dialah yang sudah terpilih secara sah menjadi Ketua Partai Golkar Kecamatan Tondano Barat.

“Saya merasa keberatan dan menolak Muscam Partai Golkar Kecamatan Tondano Barat yang diselenggarakan pada tanggal 04 Desember 2021 di Summer Eat Cafe Kelurahan Rerewokan Kecamatan Tondano Barat. Sebab, saya sudah terpilih menjadi Ketua Partai Golkar Tondano Barat pada Muscam yang diselenggarakan pada tanggal 24-25 Juni 2021 di Hotel Yama Tondano, dan itu sebagai Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Tondano Barat yang sah dan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam Partai,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD I Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu (CEP) melalui Wakil Ketua, Drs. Jantje Wowiling Sajow, MSi (JWS) mengatakan akan segera merespons penolakan 6 Ketua Partai Golkar kelurahan dari 9 kelurahan dan pemegang hak suara yang diduga mandatnya di buat hanya utk kepentingan Muscam.

“Seingat saya Muscam lalu tidak ada ormas pendukung yang mendirikan dan yang dirikan. Jika ada dugaan pelanggaran organisasi, DPD 1 akan melakukan audit organisasi semua yang terlibat, yang menandatangani mandat tersebut, pasti ada sanski organisasi jika terbukti,” kata JWS.

Drs. Jantje Wowiling Sajow, MSi

Dilanjutkannya, Ketua CEP menegaskan agar proses demokrasi partai, Musdalub, muscam, Musdes/Muslur harus berjalan secara demokratis, tidak boleh ada pemaksaan yang menimbulkan kegaduhan dalam internal partai. Karena itu DPD II harus bijak, jika belum sepakat ajak bicara dan sepakati sebelum masuk ajang musyawarah.

“Jangan berfikir secara angka sudah menang yang penting keinginan tercapai. Bukan itu tujuan berpartai. Politik ujung ujungnya kompromi,” ungkapnya.

JWS mencontohkan, Musdalub Minut, 4 dari 10 Kecamatan bersikukuh ada calon, harusnya dari jumlah suara ketua yang terpilih sudah memiliki 11 suara dari 15 suara, tapi karena partai kedepankan musyawarah, kedua calon di ajak bicara akhirnya sepakat aklamasi tanpa ada kegaduhan.

“Muscam Tondano Barat dari 9 kelurahan hanya 3 yang mendukung dan 6 menolak, suara lain sesuai PO , Soksi, Ampi, Kosgoro hanya mandat yang belum tentu ada pengurusnya, kalau 6 menolak sementara mereka adalah terdepan berhadapan dengan rakyat, sementara ketua terpilih hanya miliki 3 suara, kalau tidakk clear ? Ini akan menghambat target kemenangan partai Golkar,” jelas JWS.

Karena itu JWS selaku Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Kepala Bapilu Golkar Sulut, mendapat tugas untuk meluruskan dan menghilangkan kegaduhan dan jika di temukan masih menggunakan cara cara lama yg tidak demokratis pasti ada sangsi organisasi.

Masalah Muscam Tondano Barat sudah bergulir lama, sudah di laksanakan di Hotel Yama yang menghabiskan dana cukup besar, hanya keinginan calon yang di usung DPD gagal sehingga ditunda dan di biarkan tidak selesai, harusnya punya waktu lama untuk musyawarah di luar sidang, ketika terjadi kompromi politik pasti semua berjalan lancar, persoalannya mengapa di tunda, dibiarkan, tidak di ajak bicara, laksanakan musyawarah dengan gaya lama, mandat yang di ragukan.

“Sebagai ketua Bapilu belum bisa memastikan pelanggaran organisasi yang dilakukan, tapi akan di audit, dan di laporkan ke Ketua DPD I CEP,” pungkas JWS. (CT)

Categories: Minahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s