Ekonomi & Bisnis

Green Rebel Startup Teknologi Pangan Pertama di Indonesia, Hadir di Manado

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Green Rebel, startup teknologi pangan pertama di Indonesia yang memproduksi daging, ayam, dan keju nabati – hadir untuk konsumen dan juga restoran di Manado.

Komunitas yang sadar pentingnya gaya hidup sehat lewat asupan bergizi dan lebih aman bagi tubuh terus berkembang di Manado.

Green Rebel Bekerja sama dengan distributor Michela Irawan alias Mimi, anggota Seasoidier, Sekjen Indonesia Marketing Association Bitung, dan NEXUS Indonesia Ambassador.

Green Rebel bisa tersedia untuk klien horeka (hotel, restoran dan kafe) maupun retailer.

Produk Green Rebel Foods merupakan alternatif daging sapi dan ayam berbasis nabati yang berfokus pada cita rasa Asia dengan rasa, aroma dan tekstur seperti daging.

Produk Green Rebel dibuat para chef, ahli gizi, dan ahli teknolog pangan untuk memberikan nutrisi optimal–dengan jejak karbon yang minimum.

“Green Rebel memiliki misi untuk memulai revolusi pangan sehat dan ramah lingkungan di Indonesia, dengan cita rasa nusantara,” kata co-founder dan Chief Innovation Officer of Green Rebel Chef Max Mandias, Sabtu(5/2).

Katanya, Green Rebel mengusung slogan Food revolution, the Indonesian way. 

Semua produk Green Rebel terbuat dari 100 persen bahan alami yang tinggi protein, kaya serat, dan bebas kolesterol, bebas GMO, pengawet dan gula putih. 

Dijelaskan,  Indonesia berada di 10 besar peringkat dunia dengan angka obesitas.

Di mana, Manado sebagai kontributor terbesar pada angka obesitas Indonesia 2.5 juta orang. Sebagaimana data Dinas Kesehatan Sulawesi Utara Sulut tahun 2019.

Satu dari tiga orang di Manado mengalami obesitas dan menderita hipertensi. Stroke, gagal ginjal, dan diabetes juga merupakan penyakit yang umum di Manado.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018) juga menemukan bahwa faktor utama dari masalah obesitas dan kesehatan kronis tersebut adalah konsumsi protein hewani yang jauh lebih tinggi dari anjuran kesehatan.

Sejak itu, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat Sulut untuk lebih memperhatikan kesehatan dengan mengurangi makanan tinggi lemak dan gula, serta memperbanyak konsumsi sayur dan juga berolahraga.

Pernyataan Ini didukung oleh riset EAT oleh Dr Brent Loken – Indonesia sudah di batas maksimal bumi untuk konsumsi daging merah dan masih sangat kurang mengkonsumsi keluarga kacang-kacangan dan polong-polongan dan sayur-sayuran.

Kacang-kacangan dan polong-polongan adalah sumber protein nabati ramah lingkungan yang tinggi protein, serat, phytonutrient, dan aneka vitamin dan mineral.

Melihat kondisi ini, Mimi yang merupakan warga asli Manado ingin memberikan solusi makanan yang sehat, praktis dan lezat dengan fokus meningkatkan konsumsi protein berbasis nabati pada warga Manado.

Mimi mengatakan, warga Manado itu suka sekali daging merah makanan tinggi lemak.

“Seperti yang kita ketahui makan daging merah dan terlalu banyak protein hewani dapat menaikkan resiko jantung, obesitas, kolesterol, asam urat, dan diabetes,” jelas Mimi.

Ia bilang, Green Rebel memiliki misi untuk menggaet komunitas dokter, rumah sakit, klenteng, komunitas hidup sehat, industri kuliner Manado dan pecinta lingkungan untuk mengkampanyekan pentingnya pola makan berbasis nabati baik vegan (seluruhnya) maupun flexitarian(sebagian besar).

“Apapun jenis diet yang dianut oleh orang Manado, menggantikan sebagian besar porsi protein hewani ke protein nabati berkualitas tinggi akan membawa manfaat kesehatan dan lingkungan yang luar biasa,” jelasnya.(*/gabby)

Categories: Ekonomi & Bisnis, Manado

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s