Ekonomi & Bisnis

Diduga Menimbun Minyak Goreng, Ketum APRINDO Roy Mandey Angkat Bicara

SULUTNEWSTV.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) menegaskan bahwa ritel modern para anggota APRINDO tidak pernah menimbun minyak goreng baik di gudang, maupun di gerai.

Hal tersebut dinyatakan Ketua Umum APRINDO Roy N Mandey mengklarifikasi atas adanya dugaan oleh anggota Ombudsman sebagai salah satu lembaga pemerintah.

“Prinsip dasar operasional kami adalah produk yang dikirimkan dari produsen dan distributor ke gudang peritel, maka akan langsung kami distribusikan ke gerai-gerai dan langsung dijual kepada Konsumen (red.masyarakat). Bukan hanya minyak goreng, tapi semua dan berbagai produk yang ada di gerai juga seperti itu.” jelas Roy.

Lebih lanjut ia menjelaskan tidak ada urgensi atau kepentingan mengapa ritel modern harus menahan stok minyak goreng di gudang. Selain gudang peritel sangatl terbatas, karena berisikan berbagai macam barang, model bisnis ritel modern adalah pengecer (red. retailer) yang langsung menjual produk ke end user atau konsumen akhir sehingga tidak akan mungkin menjual barang-barangnya kepada agen atau pihak lain lagi.

“Bagaimana mungkin dan tidak masuk di akal sehat, ketika saat ini kita sendiri masih belum terpenuhi pasokan berdasar purchasing order (PO) kepada distributor minyak goreng kepada gerai-gerai kami dan selalu langsung habis di beli oleh konsumen dalam waktu 2-3 jam sejak gerai dibuka, dengan demikian dari mana lagi stok nya untuk menjual ke pasar rakyat” tandasnya.

“Kami menyayangkan berita dan sangkaan bahwa ritel modern menghambat penyaluran minyak goreng kepada masyarakat, disaat kami mendukung sepenuhnya dan membantu pemerintah untuk mendistribusikan minyak goreng secara merata, terjangkau dan fair, kepada masyarakat,” sambungnya.

Menurutnya juga, kelangkaan minyak goreng adalah karena pasokan minyak goreng dari produsen dan distributor yang memang belum optimal serta animo masyarakat untuk membeli minyak goreng lebih besar karena harga yang terjangkau, sesuai program pemerintah untuk menstabilkan harga hingga harga dan pasokan minyak goreng kembali normal.

“Perlu pula diinformasikan, bahwa tidak semua gerai yang berada diluar pasar tradisional / rakyat adalah ritel modern, ada warung atau toko tradisional, toko agen, toko grosir dst yang bukan format ritel modern dan yang bukan anggota ritel modern APRINDO, “mengakhiri pernyataannya.(*/gabby)

Categories: Ekonomi & Bisnis

Tagged as: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s