Minahasa Selatan

Deany Keintjem: Tanah Sengketa bisa disertifikasi.

Minsel, Sulutnewstv.com – Kepala kantor Pertanahan kabupaten Minahasa selatan, Deany Keintjem menyatakan Tidak ada bidang lahan yang tidak dapat di sertifikasi. Meski bidang tanah, di maksud berada dalam status sengketa.

Pernyataan ini di sampaikan kepala badan pertanahan kabupaten Minahasa selatan, Deany Keintjem, pada saat Penyuluhan pendaftaran tanah secara sistematis lengkap yang berlangsung di desa Poigar II, kecamatan Sinonsayang, kabupaten Minahasa selatan, Jumat 18/2/22) di kantor desa.

Asalkan semua pihak yang bersengketa lahan di maksud mau untuk di sertifikasi. Makanya, ketika ada petugas yang datang dan melakukan pengukuran, warga yang lahan masih dalam tanah Sengketa, sebaiknya tidak melarang apalagi sampai melakukan tindakan anarkis.

Menurut Keintjem dalam penjelasannya, pengukuran tersebut, tidak akan mengganggu pihak manapun yang sementara bersengketa.

” Ini di maksudkan agar lahan atau tanah tersebut sudah masuk dalam data pertanahan. Bukan di maksudkan untuk membantu salah satu pihak. Kemudian, akan di berikan tanda di daftar BPN, kalau bidang tanah terdebut sedang dalam sengketa.

Dan, yang menarik lagi di jelaskan Keintjem, tanah yang dalam rana sengketa, juga dapat di sertifikasi.

Sertifikat yang suda ada, pihak pertanahan, belum akan menyerahkan ke- pihak manapun. Kepada mereka yang dalam sengketahkan lahan bidang tanah di maksud.

Nanti setelah ada putusan.pengadilan secarah ingkrah, siapa pemenangnya, baru nama di maksud, di tera atau di masukan pada sertifikat yang sudah terlebih dulu keluarkan.

Jadi sebaiknya pihak yang bersengketa lahan, turut membantu mempermudah pengukuran sekaligus, kalau berkeinginan agar lahan tersebut di sertifikasi meski dalam sengketa, pihak yang bersengketa dapat membantu petugas, dalam menyelesaikan pengurusan sertifikat, pungkas Keintjem.

Dilanjutkannya, Warga Minahasa selatan, di berikan kesempatan untuk mensertifikasi tanah atau lahan kepemilikannya. Setelah mengikuti mekanisme dan memenuhi persyaratan.

Untuk saat ini ada beberapa desa, yang jadi sasaran pertanahan Minsel. Di antaranya desa Poigar II dan desa Tanamon dari sejumlah desa di kecamatan Modoinding. Kurang lebih 3500 sertifikat yang bakal di kucurkan.

Di jelaskan Keintjem, pihaknya tidak memungut biaya apapun dan kalau ada, itu bukan dari pihak pertanahan. Sebab, sesuai ketentuan yang boleh melakukan pungutan, pemerintah desa sendiri setelah memutuskan secara bersama dengan pihak BPD desa setempat.

Anggaran yang di pungut tersebut, untuk membayar para petugas desa yang akan melakukan pengukuran sekaligus pengurusan sertifikat di maksud.

Berapa nominalnya, sesuai ketentuan, Rp. 350.000. meski begitu tidak menutup kemungkinan ada putusan di luar nominal di maksud. “Kami sama.sekali tidak mengambil sepeserpun dari dana yang di pungut pemerintah desa,” ucapnya.

Yang pasti tugas kami akan mengeluarkan sertifikat kepada setiap kepemilikan lahan. Apakah itu lahan pekarangan ataupun kebun. Dan, jumlah bidang tanah per-orangnya tidak di batasi. Lama waktu pengurusan hingga keluar sertifikat, tergantung kelengkapan dari berkas setiap kepemilikan. Kalau berkasnya lengkap, kemungkinan 15 hari sudah keluar sertifikatnya.

Cara memperoleh sertifikat, setiap pemilik lahan terlebih dahulu mengisi surat pendaftaran, di sertai dengan foto kopi KTP dan Kartu keluarga (KK). Selanjutnya surat lain tanda kepemilikan lahan, serta pembayaran pajak.

Sebaiknya tanda batas dengan lahan tetangga, terlebih dulu sudah di persiapkan. Tujuannya, memperuda ketika petugas melakukan pengukuran nanti.

Sedangkan, lahan yang kepemilikannya masih atas nama keluarga, sebaiknya di lakukan pembagian terlebih dulu.

Ini di maksudkan, ketika di sertifikasi nanti, mereka memiliki Sudak memegang sertifikat masing – masing setiap bidang tanah sesuai pebagian bidang tanah, tambah Keintjem.

Sementara, pemerintah desa, Keintjem berharap untuk tidak menghambat, warga yang belum memiliki anggaran. ” Lakukan pengurusan saja, pembayarannya menyusul bila warga sudah miliki dananya, ” sebutnya. (Christian)

Categories: Minahasa Selatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s