Ekonomi & Bisnis

TPID Sulut Sidak Pasar Jelang Idul Adha, Harga BARITO Mulai Turun

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Dalam rangka menyambut Idul Adha, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara mulai melakukan inspeksi dadakan (sidak) dibeberapa pasar di Kota Manado.

Rabu, 6 Juli 2022, TPID mengambil kesempatan melakukan sidak di pasar utama yang ada di Kota Manado yakni pasar bersehati.

Hasil sidak, dari harga komoditas Bawang, Rica Tomat (barito, red) telah mengalami penurunan. Setelah sebelumnya, harga komoditas andalan ini, mengalami lonjakan dalam beberapa waktu.

Deputi Kepala Perwakilan, Devisi Perumusan dan Implementasi KEKDA Fernando R. Butarbutar menyampaikan hal ini dilakukan sebagai pertimbangan apabila diperlukan respons lebih lanjut dari TPID untuk melakukan intervensi distribusi dan pasokan dari luar daerah.

“TPID Provinsi Sulawesi Utara dalam menanggapi pergerakan harga Barito telah menyelenggarakan rapat koordinasi pada tanggal 29 Juni 2022. Dan berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian, pasokan Barito terutama tomat lokal Sulut diperkirakan baik hingga akhir tahun. Namun karena harga jual di wilayah sekitar Sulut cenderung lebih tinggi, daerah pemasok memilih untuk mengirimkan pasokannya ke luar Sulut,” katanya.

Selain iłu, Fernando bilang TPID Sulut telah menyepakati beberapa penguatan yang akan dilakukan oleh TPID Sulut antara lain melalui pemantauan volume perdagangan Barito ke luar Sulut berkoordinasi dengan Balai Karantina, pemetaan potensi pertanian di Sulut, pemetaan rantai pasok Barito, pemetaan harga di tingkat petani hingga pedagang eceran, penguatan Satgas Pangan untuk mengantisipasi adanya ketidakwajaran baik pada pasokan, harga, ataupun distribusi.

Diketahui, peningkatan tekanan inflasi secara umum masih akan terjadi pada bulan Juli 2022.
“Namun demikian, inflasi Juli 2022 diperkirakan akan lebih rendah karena adanya normalisasi terutama pada komponen Volatile Food dari komoditas Barito,” sebutnya.

Meski demikian, kelompok inflasi inti dan Administered Price diperkirakan masih memberikan tekanan inflasi dari kebijakan peningkatan tarif dasar listrik bagi pelanggan rumah tangga mampu non-subsidi golongan 3.500 Volt Ampere (VA) ke atas per 1 Juli 2022, pencabutan subsidi pupuk ZA, SP36, dan Organik per 1 Juli 2022, serta potensi pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite.

“Melalui perkembangan harga dan tingkat inflasi terkini, Bank Indonesia memperkirakan tekanan inflasi Sulawesi Utara cenderung meningkat meski masih akan terjaga pada rentang sasaran inflasi 3±1 persen (yoy),” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut Arbonas Hutabarat mengatakan, sebagai komoditas yang masuk dalam kategori volatile food (pangan bergejolak), pergerakan harga bawang merah, cabai dan tomat memang terjadi secara natural, baik karena faktor musiman, meningkatnya permintaan menjelang HBKN, permasalahan yang tidak terduga (bencana) dan permasalahan lain yang terjadi pada masing-masing daerah.

“Di Sulawesi Utara, kenaikan harga bawang merah, cabai rawit, dan tomat terjadi didorong oleh peningkatan harga di sentra pemasok serta tingginya harga di daerah sekitar Sulut sehingga pasokan cenderung mengalir ke luar daerah. Hal tersebut tidak lepas dari kondisi cuaca yang kurang kondusif sehingga berpengaruh terhadap tidak optimalnya produksi Barito. Di samping itu, petani juga mengeluhkan adanya kenaikan harga pupuk yang dalam jangka panjang, tren proteksionisme dan restriksi ekspor pupuk dari Tiongkok, Rusia, dan Ukraina juga akan berdampak terhadap produksi,” kata Arbonas.

Ia mengatakan, harga komoditas Barito secara nasional mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), sampai dengan minggu pertama Juli 2022, Rica mencapai harga tertinggi sejak 2020-2022 dengan rata-rata nasional Rp86.950, sementara bawang merah secara nasional mencapai harga Rp62.050.

“Khusus di Sulawesi Utara, pada minggu pertama Juli 2022, cabai rawit tercatat turun dari Rp82.150 pada minggu ke-4 Juni 2022 menjadi Rp71.350. Sama halnya dengan bawang merah yang tercatat turun dari Rp 73.150 di minggu ke-4 menjadi Rp71.750 di minggu ke-1 Juli 2022,” ujar Arbonas yang kini telah dipromosi sebagai menjadi direktur eksekutif Bank Indonesia di Jakarta.(*/gabby)

Categories: Ekonomi & Bisnis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s