MINAHASA – Tidak terasa sudah 3 Tahun Prof Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd, memimpin Universitas Negeri Manado (Unima). Dalam tiga tahun ini Prof Katuuk sukses menorehkan tinta emas.
Tercatat Rektor Prof Katuuk mampu membangun tata kelola berbasis aturan dengan disahkannya statuta Unima melalui Permendikbudristekditi, selain itu organisasi dan tata kerja Unima ini telah ditetapkan oleh Permendikbudristek.
Dalam penjaminan mutu, Unima juga memiliki standar pelayanan minimum pertama yang ditetapkan oleh menteri lewat Permendikbudristek.
Bahkan, Unima ditetapkan sebagai instansi pemerintah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) oleh dewan pengawas BLU, Irjen Riset Dikti, Prof. Ir. Nirzam M.S.c DIC., PH.d. dan Prof. Dr. Jamal Wiwoho bersama kepala KPPN Asyep Syaefudin, SE., ME.
Terbaru, Unima berhasil meraih anugerah penghargaan lewat Top 10 terbaik Universitas Indonesia.
Apa yang telah dicapai merupakan suatu tanda bahwa semua telah sama-sama bekerja, bekerja bersama-sama dan terus berkarya membangun Unima.
“Kita akan terus berpacu, harus terus melakukan lompatan-lompatan, dan kita tidak saja berjalan, kita tidak hanya berlari tetapi kita melompat untuk meraih kesuksesan,” kata Prof Dr. Deitje Adolfien Katuuk saat Ibadah syukur tiga tahun kepemimpinan, di Gedung Kuliah Bersama (GKB), Senin (11/9/2023).
Menurutnya, tiga tahun perjalanan telah dilalui dengan penuh dinamika dan sukacita karena telah mampu membangun tata kelola dengan baik.
“Unima BLU sebagai instansi menerapkan pola pengelolaan keuangan mandiri, kita juga sudah bersama mengimplementasi berbagai usaha. Unima terus didorong membangun berbagai usaha yang mejadi tanggung jawab semua civitas Unima,” jelasnya.
Rektor menyebut, capaian IKU merupakan anugerah dan apresiasi dari pemerintah. Meski begitu harus terus berkarya membabgun Unima karena menjadi tantangan BLU dan terus berpacu dalam meraih kesuksesan.
“Kita percaya bahwa kita semua bisa. Sebagi institusi kita bersyukur karena ketambahan 12 guru besar. Guru besar dan IKU merupakan faktor penting dalam memperkuat sistem akademik Unima,” ungkap Rektor.
Menariknya, diakhiri sambutannya, Rektor juga melantunkan 2 pantun. “Gunung Soputan, Gunung Kelabat, ingatlah Tuhan sebelum terlambat, marilah kita bekerja keras agar berkat meluncur deras,” ucapnya.
“Luas padang rerumputan ada domba banyak delapan, pendidikan ibarat jembatan jembatan menuju masa depan Unima Mapalus,” kata Rektor menambahkan.
Kegiatan itu diawali dengan laporan Ketua Panitia Kegiatan Plt Kepala Biro Perencanaan Vivi Saroinsong, S.Pi, MAP.
Dia mengatakan, syukur kepada Tuhan karena pada hari ini kita boleh bertemu dan beribadah syukur bersama.
“Pada tanggal 8 September 2023, Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd, atas tuntunan dan penyertaan Tuhan telah 3 tahun memimpin Unima,” ujarnya.
Ia mengatakan, selaku panitia pelaksana acara mengucapkan selamat datang dan selamat beribadah.
“Saya ucapkan selamat datang dan selamat beribadah, Tuhan memberkati,” katanya sambil berpantun, jika perahu sudah melaju mari kita banyak berdoa, jika ingin Unima maju, bekerjalah bersama-sama,” tutupnya. (CT)
