SULUTNEWSTV.com, MANADO – Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara bersama dengan Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Manado berhasil melakukan panen perdana bawang merah, Selasa(9/1/2024).
Panen perdana Demplot ini dilakukan bersama para Santri Darul Istiqomah Manado yang bertempat di Kebun Praktek, Bailang, Manado.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut Andry Prasmuko menyampaikan program ini adalah program BI dengan Pondok Pesantren (Pospen) Darul Istiqomah Manado dengan tujuan untuk menjaga inflasi di Kota Manado.
Andry bilang komoditas bawang merah maupun cabe, sangat berpengaruh terhadap volatilitas atau naik turunnya harga.
“Program pemberdayaan pesantren Darul Istiqamah ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh BI Sulut, dimana sebelumnya KPw BI Sulut juga melaksanakan serangkaian program bimbingan teknis dalam bidang pertanian dan wirausaha, pengembangan unit usaha Istiqamah Bakery, dan rumah pengolahan pupuk organik,” ungkapnya.
Ke depan, lanjut Andry model bisnis penanaman bawang merah di pesantren akan dilakukan secara berkelanjutan.
“Pengembangan dalam bentuk hilirisasi produk pertanian juga dilakukan untuk membentuk ekosistem halal value chain di lingkungan pesantren. Dapat disampaikan bahwa kerjasama antara KPw BI Sulut dengan Dinas Pertanian Pemerintah Kota Manado dalam meningkatkan pasokan pangan ini juga dilaksanakan bulan Desember 2023 kemarin, BI telah menyerahkan 2.000 bibit cabai rawit dalam polybag yang akan disalurkan pada masyarakat di Kecamatan Titiwungen Selatan melalui Kelompok Maporina (Masyarakat Petani dan Pertanian Organik) Sulut,” jelasnya.

Dirinya pun berharap, kegiatan ini kerjasama BI dengan Pemkot Manado dapat terus terjalin.
“Harapan kami Sulawesi Utara bisa memenuhi kebutuhan dari dalam sendiri dan tidak perlu mengambil dari Gorontalo, kita bisa ciptakan kebutuhan Holtikultura,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Manado dr Richard H.M Sualang mengucapkan terimakasih kepada Bank Indonesia, yang telah bersinergi dengan Pemkot Manado dan menyerahkan bibit bawang merah sehingga bisa di Panen Perdana bersama dengan para anak santri.
“Kami Pemerintah Kota Manado sungguh bersyukur dan berbangga ada bagian dari masyarakat terlebih juga dengan melibatkan institusi pendidikan pesantren yang ada di kota Manado yang mau melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini,” ucap Wawali Sualang.
Menurut Wawali kegiatan urban farming di Kota Manado ini berhubungan dengan penanganan inflasi dan sangay berpengaruh pada perekonomian di Kota Manado.
“Dan tentu kami Pemerintah Kota Manado Wali kota Andrei Angouw beserta seluruh jajaran mengapresiasi Bank Indonesia khususnya pesantren Al Istiqomah ini. Saya kira ini juga sangat bermanfaat dan menjadi modal buat bagi adik-adik setelah lulus sekolah untuk mempraktekan ini pada bidang studi agribisnis,” tandasnya.
Diketahui, BI juga telah melakukan beberapa program urban farming perkotaan di Kota Manado. Diantaranya menyerahkan ribuan bibit ke Pemkot Manado lewat Program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan program peduli pengentasan kemiskinan ektrim di Kota Manado.(*/gabby)
