Jelang Pilkada Politik Identitas Mulai Beredar, Pihak Kopolisian di Minta Tindak Tegas

TOMOHON –  Pilkada 2024 sudah di depan mata, segala tindakan untuk menjatuhkan lawan sudah mulai bermunculan seperti yang terjadi saat ini, nampak  sejumlah oknum mulai memainkan politik identitas yang dinilai dapat memecah belah masyarakat.

Isu sensitif ini tidak hanya beredar di media sosial, tetapi juga muncul di grup WhatsApp masyarakat Tomohon. Bahkan, seorang wartawan yang diketahui terkait dengan salah satu calon wali kota Tomohon turut terlibat dalam menyebarkan isu ini pada Selasa (30/10/24).

Wartawan tersebut secara mengejutkan mengunggah pesan bertuliskan, “#…save GMIM Gubernur harus GMIM, ada Ley… Wali Kota GMIM.” Unggahan ini memicu reaksi keras dari masyarakat yang menganggap politik identitas sangat berpotensi menimbulkan konflik di tengah keberagaman kota Tomohon.

Menyikapi situasi ini, tokoh masyarakat Tomohon, Raffi Tuda Rengkung dan Josua Sugeng Turangan, mengecam tindakan provokatif tersebut. Mereka menilai bahwa politik identitas hanya akan mengelompokkan masyarakat berdasarkan latar belakang suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), yang pada akhirnya dapat memperdalam jurang perpecahan. Raffi dan Josua mendesak pihak kepolisian agar bertindak tegas dengan memanggil dan memproses secara hukum oknum-oknum yang menyebarkan isu politik identitas menjelang Pilkada.

“Isu politik identitas ini sangat berbahaya karena bisa memecah belah masyarakat, terutama ketika membawa-bawa isu SARA. Hal ini tidak sehat bagi demokrasi, sebab dapat memecah belah masyarakat menjadi dua kubu dan memicu konflik,” ujar Raffi Tuda Rengkung, didampingi Josua Sugeng Turangan.

Keduanya menegaskan agar pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan jelang Pilkada.

Sebagai kota dengan masyarakat yang majemuk, Tomohon sangat rentan terhadap konflik sosial jika isu politik identitas terus dibiarkan. Masyarakat Tomohon mengharapkan pelaksanaan Pilkada yang damai dan terbebas dari segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah.  (N/P)

Leave a comment