Pegadaian Dorong Literasi Keuangan Sebagai Bentuk Bela Negara, Simak Arahan Pinwil Pratikno

SULUTNEWSTV.com, MANADO – PT Pegadaian Kanwil V Manado terus menunjukkan peran aktifnya dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat melalui edukasi finansial, di tengah situasi ekonomi global dan nasional yang masih diliputi ketidakpastian. Hal ini terlihat dalam keterlibatan Pegadaian sebagai mitra utama dalam kegiatan diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) “Semangat Bela Negara di Tengah Perekonomian yang Lesu” yang digelar Rabu (16/4/2025) di The Gade Coffee, Manado.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Sulawesi Utara, Garda Tipikor Indonesia (GTI) Sulut, dan PT Pegadaian Wilayah V Manado.
Tujuannya adalah membangun semangat bela negara di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui pendekatan intelektual, ekonomi, dan sosial.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil V Manado, Pratikno, menjadi salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa literasi keuangan merupakan pilar penting dalam memperkuat daya tahan bangsa di era modern.
“Bela negara tidak harus selalu identik dengan senjata. Di zaman sekarang, melek finansial adalah bentuk kontribusi nyata bagi ketahanan nasional. Salah satu langkah cerdas adalah mulai mengenal investasi yang aman, seperti emas,” ujar Pratikno.
Ia menjelaskan bahwa investasi emas merupakan instrumen yang terbukti tahan terhadap gejolak ekonomi dan mudah diakses oleh semua kalangan. Pegadaian, lanjutnya, terus mendorong masyarakat terutama generasi muda untuk mulai berinvestasi dan mengelola keuangan secara bijak.
Tak hanya berfokus pada layanan keuangan, Pegadaian juga aktif membangun kerja sama dengan berbagai institusi melalui program edukasi, pelatihan kewirausahaan, hingga kemitraan dengan perguruan tinggi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk nyata kontribusi Pegadaian dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis sumber daya manusia yang unggul.
“Pegadaian berkomitmen hadir sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. Kami percaya, penguatan SDM dan literasi keuangan adalah langkah fundamental untuk menjaga kemandirian ekonomi bangsa,” tambahnya.
Selain Pratikno, diskusi ini juga menghadirkan pembicara dari sektor pendidikan dan sosial, seperti Risat Sanger (Ketua Forum Pimpinan Daerah Relawan Sulut) yang menyoroti pentingnya integritas dan gotong royong dalam membangun ketahanan bangsa, serta I Kadek Sutanegara (Manager PT Penerbit Erlangga Cabang Manado) yang mengangkat peran literasi dalam pembentukan karakter generasi muda.
Risat menekankan bahwa bela negara mencakup aspek yang lebih luas, seperti menolak korupsi, menjaga etika sosial, dan tetap produktif di tengah tantangan. Sementara itu, Kadek menambahkan bahwa pendidikan karakter melalui buku-buku bertema antikorupsi dan antinarkoba adalah bagian penting dari upaya mencetak generasi emas Indonesia.
Kegiatan NGOPI ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga organisasi masyarakat. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia pendidikan, keuangan, dan sosial dalam satu visi: membangun ketahanan nasional yang kuat dari akar rumput.
Melalui dukungan dari PT Pegadaian dan PT Penerbit Erlangga, kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi lintas sektor dalam menghidupkan semangat bela negara yang kontekstual, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman.(*/gabby)

Leave a comment