Dalam rangka menghadapi potensi cuaca ekstrem pada perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT PLN (Persero) memperkuat sistem mitigasi dan respons cepat dengan membentuk National Special Force, sebuah satuan khusus yang bertugas menjaga keandalan pasokan listrik di lokasi-lokasi strategis.
Direktur Manajemen Pembangkitan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso, menjelaskan bahwa satuan khusus ini akan disiagakan di berbagai titik vital untuk memastikan layanan kelistrikan tetap stabil selama periode libur panjang.
“PLN telah membentuk National Special Force yang siaga di lokasi strategis, seperti tempat ibadah, bandara, stasiun, terminal, rumah sakit, maupun pusat perbelanjaan dengan pasokan listrik berlapis,” tegas Suroso.
Untuk memperkuat pengamanan kelistrikan, PLN menurunkan 69.000 personel on duty yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka akan bekerja selama 24 jam secara bergiliran untuk memastikan layanan listrik tetap prima.
Selain itu, PLN juga mengoperasikan:
- 4.514 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)
- 3.392 Posko Siaga Nataru
- 1.917 Mobile Genset untuk kondisi darurat
- 737 UPS (Uninterruptible Power Supply) berkapasitas besar
- 1.338 Gardu Bergerak
- 434 Truck Crane
- 4.720 Mobil Operasional
- 4.412 Motor Operasional
Seluruh peralatan dan armada tersebut dipersiapkan untuk mendukung mobilitas cepat petugas, mempercepat respons penanganan gangguan, serta memastikan suplai listrik tetap aman meski terjadi bencana atau gangguan mendadak.
Dengan serangkaian langkah mitigasi ini, PLN optimistis pasokan listrik nasional akan tetap handal dan stabil selama perayaan Nataru 2025–2026. Keberadaan National Special Force dan ribuan personel siaga menjadi wujud komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami memastikan seluruh persiapan dilakukan maksimal agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan tanpa gangguan listrik,” tutup Suroso.
